5 Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadan, Lengkap dengan Amalan & Doanya
Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu terbaik untuk mencari Lailatul Qadar dengan meningkatkan ibadah, doa, dan amal kebaikan.
(Bisnis.Com) 10/03/26 18:21 160801
Bisnis.com, JAKARTA - Ramadan 1447 H telah memasuki fase paling istimewa, yaitu sepuluh malam terakhir. Bagi umat Islam, periode ini menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah karena diyakini terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Malam tersebut memiliki keutamaan luar biasa. Dalam Al-Qur\'an disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)
Karena keutamaannya yang begitu besar, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan berbagai ibadah dan amal kebaikan.
Kapan Lailatul Qadar Terjadi?
Para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar. Namun mayoritas sepakat bahwa malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari & Muslim).
Dengan demikian, malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan sering disebut sebagai waktu yang paling berpotensi terjadinya Lailatul Qadar. Namun, tanggal pastinya tetap dirahasiakan. Banyak ulama menjelaskan bahwa hal ini merupakan hikmah dari Allah SWT agar umat Islam terus berusaha mencarinya dengan memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir.
Jadwal Malam Ganjil Ramadan 2026
Sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H diperkirakan berlangsung pada 10–18 Maret 2026. Berikut jadwal malam ganjil yang berpotensi menjadi malam Lailatul Qadar:
- Malam ke-21: Selasa, 10 Maret 2026
- Malam ke-23: Kamis, 12 Maret 2026
- Malam ke-25: Sabtu, 14 Maret 2026
- Malam ke-27: Senin, 16 Maret 2026
- Malam ke-29: Rabu, 18 Maret 2026
Malam-malam tersebut menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa Menyambut Malam Lailatul Qadar
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA yang bertanya kepada Nabi tentang doa yang sebaiknya dibaca ketika menjumpai malam tersebut.
Hadits riwayat Imam At-Tirmidzi menyebutkan:
وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي
Artinya, “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR At-Tirmidzi).
Berikut doa yang dianjurkan dibaca:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah)
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
5 Cara Meraih Keberkahan Malam Lailatul Qadar
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan agar mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.
1. Meningkatkan Ibadah di Malam Hari
Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Rasulullah SAW sendiri memberi teladan dengan menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang lebih sungguh-sungguh.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَر
Artinya: “Rasulullah saw bila memasuki 10 hari, yakni 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR Al-Bukhari).
2. Melaksanakan Iktikaf di Masjid
Salah satu amalan utama di sepuluh malam terakhir Ramadan adalah iktikaf di masjid. Ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT.
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعتكف العشر الأواخر من رمضان
Artinya: “Bahwa Rasulullah saw, beliau melekasanakan iktikaf di malam 10 terakhir bulan Ramadhan.”
Iktikaf dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mencari keberkahan malam Lailatul Qadar.
3. Memperbanyak Infak dan Sedekah
Berbagi kepada sesama juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan selama Ramadan, termasuk pada malam Lailatul Qadar.
إِنَّ ٱلۡمُصَّدِّقِينَ وَٱلۡمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقۡرَضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنًا يُضَٰعَفُ لَهُمۡ وَلَهُمۡ أَجۡرٌ كَرِيمٌ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan (kepada) Allah pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) kepada mereka dan baginya (diberikan) ganjaran yang sangat mulia (surga).”
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terutama ketika bulan Ramadan.
انَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya: “Rasulullah saw adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan.”
4. Berdoa dengan Khusyuk
Memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah menjadi amalan penting pada malam Lailatul Qadar.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Artinya: “Dari Sayidah Aisyah, dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat engkau jika aku tahu bahwa malam tertentu adalah Lailatul Qadar, lantas apa doa yang mesti saya ucapkan?’ Nabi Saw menjawab, ‘Bacalah doa berikut ini: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni’, (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).”
5. Memperbanyak Amal Kebaikan
Selain ibadah ritual, memperbanyak kebaikan kepada sesama juga menjadi bagian dari amalan di malam Lailatul Qadar. Hal ini bisa dilakukan dengan membantu orang lain, berbuat baik kepada orang tua, serta menjaga hubungan dengan sesama.
من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه. رواه البخاري
Artinya: “Barang siapa yang mengisi Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari).
Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan meraih keberkahan yang luar biasa. Dengan menghidupkan malam-malam tersebut melalui doa, ibadah, serta amal kebaikan, diharapkan setiap Muslim dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar. Wallahu a’lam.
#lailatul-qadar #malam-lailatul-qadar #doa-lailatul-qadar #amalan-lailatul-qadar #ibadah-malam-lailatul-qadar #keutamaan-lailatul-qadar #kapan-lailatul-qadar #malam-ganjil-ramadan #iktikaf-ramadan #doa