Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu, 10 Maret 2026
IHSG pulih, saham murah jadi incaran. Saham LSIP, CTRA, BBCA direkomendasikan. Pasar masih terpengaruh ketidakpastian global, strategi PE disarankan.
(Bisnis.Com) 11/03/26 06:47 161200
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami tekanan cukup dalam pada pekan lalu. Penguatan indeks membuka peluang bagi investor untuk mencermati saham-saham yang dinilai masih memiliki valuasi murah. Pada perdagangan kemarin, Selasa (10/3/2026) indeks menguat 1,41% ke level 7.440.
Berdasarkan data perdagangan hingga Senin (9/3/2026), sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia tercatat memiliki valuasi yang relatif rendah jika dibandingkan dengan rata-rata price to earnings ratio (PE) dalam 5 tahun terakhir.
Beberapa di antaranya adalah saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan PE 4,77 kali, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan PE 5,10 kali, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan PE 14,74 kali.
Selain itu, jika menggunakan filter saham berkapitalisasi besar (big caps) dengan rasio PE di bawah 10 kali serta return on equity (ROE) di atas 7%, muncul sejumlah emiten lain yang dinilai menarik. Di antaranya adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Astra International Tbk (ASII), hingga PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan bahwa kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama terkait konflik geopolitik yang memicu volatilitas di berbagai pasar komoditas.
Menurut dia, saham-saham berbasis komoditas berpotensi mendapatkan sentimen positif karena memiliki korelasi dengan pergerakan harga energi dan logam mulia.
"Namun, tidak luput juga meskipun situasi dan kondisi tidak sedang baik-baik saja, perusahaan yang memiliki fundamental kuat, cash flow bagus, dan potensi valuasi di masa yang akan datang akan menjadi daya tarik bagi pelaku pasar dan investor," ujarnya kepada Bisnis, dikutip Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan analisis tersebut, Pilarmas merekomendasikan sejumlah saham dengan target harga tertentu. Di antaranya saham LSIP dengan target Rp1.670, CTRA Rp1.125, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp5.860, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp5.035, UNVR Rp2.430, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp4.450, dan BBCA Rp9.950.
Selain itu, rekomendasi juga diberikan untuk saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan target harga Rp5.710, AADI Rp13.100, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp9.300, serta ASII dengan target Rp7.120.
Nico menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut didasarkan pada kondisi harga saham yang telah terkoreksi cukup dalam, sementara kinerja fundamental perusahaan dinilai tetap solid.
"Hal ini yang membuat valuasi harga saham di masa yang akan datang mengalami kenaikkan sehingga harganya tetap menarik," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kondisi pasar yang masih bergejolak, strategi investasi dengan pendekatan rasio PE dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor. Dengan valuasi yang relatif rendah, peluang akumulasi beli masih terbuka, meskipun sebagian investor memilih untuk bersikap wait and see hingga kondisi pasar lebih stabil.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg-hari-ini #rekomendasi-saham #saham-murah #valuasi-saham #saham-big-caps #saham-komoditas #saham-fundamental-kuat #target-harga-saham #saham-lsip #saham-ctra #saham-bbca #saham-unvr #saham-asii #s