BPOM Balikpapan Sidak Parsel Lebaran, Temuan Administratif Mendominasi
BPOM Balikpapan sidak parsel Lebaran, temukan pelanggaran administratif terkait informasi produk. Pelaku usaha diimbau lengkapi data kedaluwarsa.
(Bisnis.Com) 11/03/26 13:09 161711
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Balikpapan menggelar inspeksi mendadak terhadap sejumlah toko penjual parsel Lebaran di wilayah Kota Balikpapan di bulan Ramadan, Rabu (11/3/2026).
Operasi pengawasan yang dilakukan bersama Pemerintah Kota Balikpapan ini menemukan pelanggaran administratif, khususnya terkait kelengkapan informasi produk pada kemasan parsel.
Kepala Balai POM Balikpapan Gerson Pararak menyatakan temuan utama dalam sidak kali ini masih berkutat pada aspek prosedural, bukan pada substansi keamanan pangan.
"Temuan yang kami dapatkan lebih kepada masalah administrasi, seperti daftar barang dalam parsel yang belum ditempelkan pada kemasannya," ujarnya di hadapan awak media, Rabu (11/3/2026).
Dia menambahkan, daftar produk yang mencantumkan tanggal kedaluwarsa itu penting mengingat karakteristik parsel yang kerap disimpan dalam waktu lama sebelum dikonsumsi.
"Parsel kadang tidak langsung dikonsumsi saat diterima, melainkan disimpan. Tanpa informasi kedaluwarsa yang jelas, penerima bisa lupa dan mengonsumsi produk yang sudah tidak layak," jelas Gerson.
Dalam konteks perlindungan konsumen, absennya informasi produk pada parsel mencerminkan lemahnya kesadaran pelaku usaha terhadap hak-hak dasar pembeli.
Meski regulasi telah mengamanatkan kewajiban pencantuman informasi, implementasi di tingkat pedagang masih menyisakan celah yang perlu ditutup melalui pengawasan berkelanjutan.
Menanggapi temuan tersebut, Balai POM memberikan arahan tegas kepada pelaku usaha untuk segera melengkapi administrasi produk.
"Pelaku usaha wajib menempelkan daftar produk lengkap dengan masa kedaluwarsanya. Jika ditemukan produk dengan sisa masa simpan kurang dari enam bulan, produk tersebut harus dikeluarkan dari parsel dan boleh dijual terpisah," tegas Gerson.
Lebih jauh, Gerson memaparkan bahwa intensifikasi pengawasan Ramadan tahun ini dilakukan melalui dua skema berbeda.
"Pengawasan kami bagi menjadi dua: pemeriksaan toko-toko dan pengujian takjil menggunakan mobil laboratorium keliling," jelasnya.
Dia menyebutkan pihaknya menggunakan metode pengujian cepat dengan test kit guna mendeteksi bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna sintetis yang kerap disalahgunakan pedagang nakal untuk pengawasan takjil.
"Permintaan pangan di bulan Ramadan meningkat drastis, sehingga kami intensifkan pengawasan untuk memastikan produk yang beredar aman dan sesuai standar," sebutnya.
Di sisi lain, cakupan wilayah pengawasan Balai POM Balikpapan yang meliputi Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser menuntut mobilisasi sumber daya yang tidak sedikit.
Adapun, dia menuturkan upaya preventif melalui edukasi dan pengawasan rutin tetap menjadi strategi jangka panjang yang lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar pendekatan represif.
#bpom-balikpapan #sidak-parsel-lebaran #pelanggaran-administratif #informasi-produk #keamanan-pangan #tanggal-kedaluwarsa #perlindungan-konsumen #pengawasan-berkelanjutan #pelaku-usaha #masa-simpan-pro