Rugi Bersih GOTO Turun 77% jadi Rp1,18 Triliun Sepanjang 2025

Rugi Bersih GOTO Turun 77% jadi Rp1,18 Triliun Sepanjang 2025

GOTO membukukan rugi bersih sepanjang tahun 2025 sebesar Rp1,18 triliun, turun signifikan dibandingkan tahun 2024.

(Bisnis.Com) 11/03/26 17:43 162162

Bisnis.com, JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mencatatkan rugi periode berjalan sebesar Rp1,18 triliun sepanjang tahun 2025. Rugi ini turun dibandingkan tahun 2024.

Dalam laporan keuangannya, GOTO mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp18,32 triliun, naik 15,27% secara tahunan dari tahun 2024 sebesar Rp15,89 triliun.

Naiknya pendapatan ini turut membuat rugi bersih GOTO menurun menjadi Rp1,18 triliun, turun 77% secara tahunan dari Rp5,15 triliun.

Dalam keterangan resminya, GOTO menyampaikan berhasil melampaui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan tahun 2025 sebesar Rp1,8-Rp1,9 triliun, dan menetapkan pedoman untuk tahun buku 2026 naik 59-69% menjadi Rp3,2-3,4 triliun.

Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan GOTO mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal IV/2025 dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan, mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang telah ditetapkan perseroan.

“Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2–Rp3,4 triliun,” ujar Hans dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).

Dia melanjutkan pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026.

Untuk unit usaha On-Demand Services, GOTO memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan GOTO dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.

“Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut,” ucapnya.

Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menuturkan kinerja perseroan mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas(bottom-line).

“Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif,” ujarnya.

Simon juga menuturkan pihaknya mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif, sebuah indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.

“Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026,” tuturnya.

Adapun untuk tahun 2026 ini GOTO memperkirakan EBITDA Grup yang disesuaikan berada di kisaran Rp3,2 triliun-Rp3,4 triliun.

Rinciannya, EBITDA yang disesuaikan untuk unit usaha Fintech berada di kisaran Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan untuk unit usaha On-Demand Services berada di kisaran Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#goto-rugi-bersih #goto-pendapatan-2025 #goto-laba-2025 #goto-ebitda-2025 #goto-ebitda-2026 #goto-kinerja-2025 #goto-laporan-keuangan #goto-pertumbuhan-pendapatan #goto-profitabilitas #goto-arus-kas-be

https://market.bisnis.com/read/20260311/192/1959733/rugi-bersih-goto-turun-77-jadi-rp118-triliun-sepanjang-2025