Alat Peretas iPhone Milik Pemerintah AS Kini Jatuh Ke Tangan Rusia dan China

Alat Peretas iPhone Milik Pemerintah AS Kini Jatuh Ke Tangan Rusia dan China

Rusia dan China kini memiliki alat peretasan iPhone bernama "Coruna", awalnya dikembangkan oleh kontraktor militer AS, L3Harris. Alat ini digunakan untuk spionase dan pencurian kripto.

(Bisnis.Com) 11/03/26 21:47 162438

Bisnis.com, JAKARTA — Google Threat Intelligence Group (GTAG) mengungkapkan temuan perangkat peretasan iPhone canggih bernama "Coruna". Toolkit tersebut awalnya dikembangkan oleh sebuah kontraktor militer asal Amerika Serikat, L3Harris, namun kini telah jatuh ke tangan Rusia dan China.

Laporan GTAG menyebutkan bahwa alat spionase digital ini digunakan oleh badan intelijen Rusia untuk menargetkan pengguna di Ukraina. Selain itu, sindikat penjahat siber asal China turut memanfaatkan teknologi tersebut untuk melakukan pencurian aset mata uang kripto secara masif.

Dua mantan karyawan L3Harris mengonfirmasi bahwa Coruna dikembangkan oleh Trenchant, yang merupakan divisi teknologi peretasan dan pengawasan perusahaan.

"Coruna pastinya merupakan nama internal dari sebuah komponen," ujar salah satu sumber anonim yang familiar dengan alat peretasan iPhone di Trenchant dilansir dari TechCrunch, Rabu (11/3/2025).

Sumber tersebut menambahkan bahwa detail teknis yang dipublikasikan Google memiliki kemiripan identik dengan proyek internal milik perusahaan.

Menurut data operasional, L3Harris sejatinya hanya menjual alat pengawasan Trenchant secara eksklusif kepada pemerintah AS dan sekutu intelijen "Five Eyes". Aliansi intelijen tersebut mencakup negara-negara strategis seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, serta Inggris.

Perusahaan keamanan siber seluler iVerify menyatakan bahwa temuan ini memperkuat bukti keterlibatan teknologi militer AS yang bocor ke ruang publik. Mereka telah melakukan rekayasa balik terhadap toolkit tersebut guna mengidentifikasi asal-usul kodenya.

"Alat-alat ini akan selalu menemukan jalan ke alam liar dan digunakan secara tidak bermoral oleh aktor jahat," kata perwakilan iVerify dalam keterangan resminya.

iVerify menegaskan bahwa bukti kebocoran kerangka kerja pemerintah AS ini menunjukkan risiko tinggi penyalahgunaan teknologi enkripsi.

Secara teknis, toolkit Coruna memanfaatkan 23 komponen berbeda yang mampu menembus pertahanan perangkat Apple melalui metode "watering hole". Metode ini memungkinkan peretasan terjadi hanya dengan mengunjungi situs web berbahaya tanpa perlu mengunduh file tambahan apa pun.

Google mencatat bahwa perangkat ini memanfaatkan lima rangkaian eksploitasi iOS lengkap yang disusun dari puluhan kerentanan berbeda. Risiko ini terutama mengintai pengguna iPhone dengan sistem operasi lama, mulai dari iOS 13 hingga iOS 17.2.1 yang dirilis Desember 2023.

Saat ini, sistem operasi Apple telah berkembang hingga versi iOS 26 untuk menutup celah keamanan tersebut. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan adanya keterkaitan antara Coruna dengan insiden "Operation Triangulation" yang terjadi pada tahun 2023.

Pada saat itu, perusahaan keamanan Rusia, Kaspersky, mengklaim bahwa perangkat milik karyawannya diserang oleh aktor ancaman canggih. Layanan keamanan Rusia (FSB) kemudian menuding pemerintah Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas operasi peretasan tersebut.

Fenomena ini menyoroti munculnya tren berbahaya dalam industri keamanan siber yang disebut sebagai pasar "eksploitasi bekas" (secondhand exploits). Dalam pasar ini, alat peretas tingkat negara yang bocor dijual kembali kepada peretas bermotif finansial.

Kondisi tersebut menjadi peringatan keras bagi pelaku industri telekomunikasi mengenai risiko jangka panjang dari pengembangan senjata siber. Teknologi yang dirancang untuk kepentingan pertahanan nasional pada akhirnya dapat berbalik menyerang warga sipil dan stabilitas ekonomi global.

#iphone-peretasan #rusia-china-iphone #alat-bobol-iphone #coruna-toolkit #l3harris-peretasan #rusia-intelijen-ukraina #china-pencurian-kripto #trenchant-teknologi #iverify-keamanan-siber #teknologi-mil

https://teknologi.bisnis.com/read/20260311/280/1959791/alat-peretas-iphone-milik-pemerintah-as-kini-jatuh-ke-tangan-rusia-dan-china