Prospek Pembiayaan Adaptasi Iklim Global 2026, China Paling Jumbo

Prospek Pembiayaan Adaptasi Iklim Global 2026, China Paling Jumbo

Investasi global untuk adaptasi iklim diprediksi naik 4% menjadi US$1,28 triliun pada 2026, dengan China tetap memimpin.

(Bisnis.Com) 12/03/26 11:00 162847

Bisnis.com, JAKARTA — Total investasi yang digelontorkan pemerintah secara global untuk membiayai adaptasi iklim diperkirakan naik 4% menjadi US$1,28 triliun atau sekitar Rp21.638 triliun pada 2026 ini, menurut studi yang dilakukan Bloomberg Intelligence.

Pertumbuhan ini terjadi meski Amerika Serikat cenderung menekan investasi terkait iklim. Sementara itu, China melanjutkan dominasi dalam infrastruktur adaptasi sebagaimana terlihat dalam data lima tahun ke belakang.

Analisis Bloomberg Intelligence terhadap 40 negara menunjukkan belanja pemerintah untuk sektor seperti efisiensi bangunan, mobilitas listrik, hidrogen, dekarbonisasi industri, serta infrastruktur rel, air, dan jaringan listrik telah mencapai sekitar US$5,3 triliun dalam lima tahun terakhir.

Dari total tersebut, China menyumbang lebih dari setengahnya atau sekitar US$2,8 triliun. Investasi besar tersebut didorong oleh anggaran belanja modal yang dikelola entitas milik negara, termasuk State Grid serta proyek China South-to-North Water Diversion.

Sementara itu, Uni Eropa menempati posisi kedua dengan belanja sekitar US$1,1 triliun atau sekitar 20% dari total global. Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan investasi sekitar US$396 miliar atau 8%.

Pada 2026, belanja pemerintah untuk adaptasi iklim diperkirakan mencapai US$1,28 triliun dari US#1,23 triliun pada 2025. Kenaikan ini terutama didorong oleh investasi pada infrastruktur jaringan listrik, sistem air, serta jalur rel yang diproyeksikan mencapai US$745 miliar.

China tercatat mendominasi belanja untuk infrastruktur air dan jaringan listrik. Sementara itu, belanja untuk infrastruktur rel yang tangguh terhadap perubahan iklim relatif seimbang antara China dan Uni Eropa, masing-masing sekitar US$93 miliar dan US$77 miliar.

Secara total, belanja adaptasi iklim China pada 2026 diestimasi mencapai US$690 miliar. Kemudian 27 negara Uni Eropa menyusul dengan nilai US$279 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$72 juta.

India menjadi negara di kawasan Asia lain yang diperkirakan turut menggelontorkan dana besar untuk adaptasi iklim, yakni sebesar US$55 miliar. Jepang dan Korea Selatan sama-sama akan mengalokasikan belanja sebesar US$29 miliar, sementara Indonesia diperkirakan mengalokasikan sekitar US$15 miliar.

Sektor-Sektor yang Diuntungkan

Pengeluaran untuk dekarbonisasi industri serta pengembangan hidrogen diperkirakan menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat pada 2026 berkat dukungan investasi ini. Selain itu, kebijakan China yang mewajibkan produksi baja dan semen rendah karbon serta peningkatan efisiensi pada motor dan boiler industri turut menjadi katalis di tengah pertumbuhan pembiayaan.

Kebijakan tersebut diperkirakan akan mendorong kinerja sejumlah perusahaan seperti Metallurgical Corp. of China, Shaangu Power, dan Wolong Electric.

Selain itu, China juga menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga air dengan sistem pumped-hydro menjadi 120 gigawatt (GW) pada 2030, naik dari sekitar 58 (GW) pada 2025.

Target tersebut diperkirakan membuka peluang investasi besar dalam lima tahun ke depan bagi produsen turbin pompa reversibel seperti Dongfang Electric dan Harbin Electric, serta kontraktor teknik dan konstruksi seperti PowerChina dan China Energy Engineering Corp.

Proyek pumped-hydro yang sering disebut sebagai “gravity battery” tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$55 miliar, dengan acuan biaya proyek pembangkit Fengning berkapasitas 3,6 gigawatt milik State Grid yang mencapai sekitar US$2,7 miliar.

#investasi-adaptasi-iklim #pembiayaan-iklim-global #china-investasi-iklim #infrastruktur-adaptasi-china #belanja-iklim-uni-eropa #investasi-iklim-amerika-serikat #adaptasi-iklim-2026 #dekarbonisasi-ind

https://hijau.bisnis.com/read/20260312/653/1959905/prospek-pembiayaan-adaptasi-iklim-global-2026-china-paling-jumbo