Vale Indonesia Catat Laba Bersih Rp 1,29 Triliun Per 2025
PT Vale Indonesia (INCO) berhasil membukukan laba bersih Rp 1,29 triliun di 2025, naik 32%. Peningkatan produksi nikel dan efisiensi biaya jadi kunci suksesnya.
(Kompas.com) 19/03/26 17:14 169147
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Vale Indonesia (INCO) membukukan laba bersih sebesar 76,1 juta dollar AS sepanjang 2025.
Angka ini setara Rp 1,29 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.985 per dollar AS.
Direktur & Chief Financial Officer PT Vale Indonesia Tbk, Rizky Putra mengatakan, laba bersih Vale Indonesia ini meningkat 32 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kinerja ini mencerminkan perbaikan operasional yang konsisten, level produksi yang lebih kuat, serta pendekatan yang disiplin dalam efisiensi biaya," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (19/3/2026).
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Proses peleburan nikel PT Vale IndonesiaIa menambahkan, Vale Indonesia mencatat produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton (t) sepanjang tahun.
Hasil ini menunjukkan peningkatan yang positif dibandingkan 71.311 t yang dicapai pada 2024.
Secara kuartalan, produksi kuartal terakhir 2025 tercatat sebesar 17.052 t, atau sekitar 12 persen lebih rendah dibandingkan 19.391 t pada kuartal III-2025.
"Terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November dan ditargetkan selesai pada Mei 2026," imbuh dia.
Sementara itu, dibandingkan dengan kuartal IV-2025, ketika produksi mencapai 18.528 ton, hasil produksi pada kuartal IV-2025 tercatat sedikit lebih rendah.
Kendati demikian, secara keseluruhan produksi sepanjang tahun tetap lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Hasil ini mencerminkan komitmen berkelanjutan perseroan dalam menjaga keandalan operasional dan mengelola produksi secara efisien sepanjang tahun.
SHUTTERSTOCK/EVGHENY_V Ilustrasi nikel, penambangan nikel.Selain produksi utama nikel matte, PT Vale juga terus mencatat kemajuan dalam memperluas portofolio komersialnya tahun ini, termasuk melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi.
Pada 2025, penjualan bijih saprolit mencapai 2.316.023 wet metric tons (wmt), dengan volume bulanan tertinggi pada Oktober sebesar 516.167 wmt.
Secara keseluruhan, Blok Bahodopi memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan bijih saprolit sepanjang tahun.
Rizky menceritakan, semester pertama 2025 menghadirkan sejumlah tantangan operasional bagi PT Vale, dengan beberapa gangguan yang memengaruhi stabilitas produksi di lokasi operasi kami.
Meskipun demikian, tahun tersebut juga menandai berbagai pencapaian penting.
Pada bulan Juli, perseroan mulai melakukan penjualan bijih nikel dari Bahodopi, memperkenalkan sumber pendapatan baru di samping produksi nikel matte.
Pada saat yang sama, perseroan mencatatkan kemajuan yang signifikan dalam negosiasi untuk meningkatkan tingkat payability nikel matte serta berhasil mengamankan premi penjualan bijih.
Inisiatif-inisiatif ini, yang didorong oleh kolaborasi erat di seluruh organisasi, mulai menunjukkan hasil yang positif, mencerminkan ketangguhan perseroan serta komitmennya dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Tahun lalu juga menghadirkan salah satu ujian terberat bagi Perseroan, yaitu insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025.
Lebih dari sekadar tantangan teknis atau operasional, peristiwa ini menjadi momen yang menguji integritas, kredibilitas, serta tanggung jawab kami terhadap alam dan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#vale-indonesia #saham-inco #laba-vale-indonesia-2025 #produksi-nikel-vale #bijih-saprolit