JELAJAH LEBARAN 2026: Menyicipi Soto dan Bebek Bacem Khas Klaten
Warung Bu Heri di Klaten menyajikan soto bebek dan bebek bacem khas dengan resep turun-temurun. Hidangan ini populer saat Lebaran, menarik banyak pengunjung.
(Bisnis.Com) 21/03/26 19:09 170344
Bisnis.com, KLATEN- Masakan soto berbahan dasar daging ayam atau sapi jamak ditemui di berbagai tempat. Namun, kalau soto berbahan dasar daging bebek, rasanya jarang ditemui.
Salah satu soto berbahan dasar daging bebek dapat ditemui di Warung Bu Heri di Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tim Jelajah Lebaran BIsnis Indonesia 2026 berkesempatan menyicipi sajian itu pada Jumat (21/3/2026).
Semula, Tim Bisnis terdorong oleh penasaran menyaksikan warung itu ramai dikunjungi konsumen pada Hari Raya Idul Fitri. Para pembeli hilir mudik memesan aneka masakan seperti soto bebek maupun ayam dan bebek bacem goreng.
Begitu dicoba, rasa gurih soto bebeknya memanjakan lidah, apa lagi kalau disantap bersama tempe goreng yang turut disajikan. Meski berbahan daging bebek, namun tidak tercium aroma prengus atau bau tajam khas bebek pada sajian itu.
Tidak hanya soto, hidangan bebek bacemnya pun super empuk dengan sensasi manis gurih membuat ritual makan menjadi menyenangkan dan tentu saja lahap.
Mariah Ulfa, pemilik warung soto bebek tersebut mengatakan bahwa resep soto bebek maupun ayam serta bebek bacem itu diturunkan oleh leluhurnya. Dia mengaku merupakan turunan k-3 yang menjaga resep tersebut.
Adapun warung Bu Heri diinisiasi oleh ibunya yang mulai berjualan sejak 1987 dengan mendirikan tenda dan kerap berpindah-pindah. Perlahan, usaha itu kian berkembang sehingga bisa berdiri secara permanen di daerah Wedi, Klaten Selatan.
Berbekal resep tersebut, Ulfa kemudian merintis cabang di daerah Danguran, 10 tahun silam dan tetap eksis hingga saat ini. Keberaniannya untuk membuka cabang baru didorong oleh keyakinan bahwa kebanyakan hidangan bebek atau ayam umumnya cuma digoreng atau bakar saja.
“Ciri khas daging bacem goreng itu jarang. Biasanya dibakar yang terasa bumbunya cuma bagian luar saja. Kalau dibacem, meresap sampai ke bagian tulang. Kalau soto bebek juga jarang ada ya. jadi Itu yang membedakan,” tuturnya.
Selain itu, bebek atau ayam bacem di warung itu bisa bertahan hingga 2 hari. Pasalnya, proses memasak dengan teknik bacem dilakukan selama 2 hari tanpa henti. Lantaran awet, masakannya kerap dijadikan sebagai oleh-oleh bagi konsumen yang kebetulan mengunjungi Klaten.
Di momen mudik dan hari raya menurutnya terjadi lonjakan permintaan yang sangat tinggi. Dalam sehari dia memperkirakan bisa menjual lebih dari 100 ekor bebek maupun ayam, baik untuk hidangan bacem goreng, maupun soto bebek.
“Peningkatan penjualan bisa 10 kali lipat. Lebih dari 100 persen,” katanya.
Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan bahwa untuk mempertahankan cita rasa, warung itu konsisten menggunakan takaran bumbu yang sama sejak zaman leluhurnya, walau harga berbagai bahan sering fluktuatif. Dengan cara demikian, kualitas masakan tetap terjaga sehingga konsumen selalu loyal.
#soto-bebek #bebek-bacem #soto-bebek-klaten #bebek-bacem-klaten #warung-bu-heri #soto-bebek-danguran #bebek-bacem-goreng #resep-soto-bebek #resep-bebek-bacem #kuliner-klaten #makanan-khas-klaten #soto