Freeport Bidik Peningkatan Produksi, Grasberg Block Cave Siap Produksi Lagi

Freeport Bidik Peningkatan Produksi, Grasberg Block Cave Siap Produksi Lagi

PT Freeport Indonesia memulihkan produksi Grasberg Block Cave yang sempat terkendala longsor. Target produksi tembaga dan emas 2026 dicanangkan.

(Kompas.com) 23/03/26 14:41 171167

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengatakan, produksi tambang Grasberg Block Cave (GBC) dapat kembali pulih pada 2 hingga 3 minggu ke depan.

Produksi di lokasi tersebut sebelumnya terkendala karena adanya longsor.

Presiden Direktur PT Freeport IndonesiaTony Wenas mengatakan, dalam jangka waktu tersebut perusahaan akan berupaya memulihkan produksi, terutama pada titik production block 2 dan 3.

Istimewa Karyawan PTFI Kawasan Grasberg wilayah objek vital nasional tambang PT Freeport Indonesia, Mimika, Papua Tengah, diselimuti hujan salju, Senin (26/1/2026).

"Mulai 2-3 minggu ke depan kira-kira akan mulai kita ramp up lagi produksi di Grasberg Block Cave ya. Itu di production block 2 dan production block 3," ujar dia ketika ditemui di kawasan Widya Chandra akhir pekan lalu.

Sementara itu, ia bilang, production block 1 baru dapat kembali beroperasi pada tahun depan atau 2027.

Tony menjabarkan, sepanjang 2026, Freeport Indonesia berharap dapat memproduksi sebanyak 1,1 miliar pound tembaga dan 800.000 troy ounces atau sekitar 24,88 ton emas.

Dalam perjalanannya, ia menyebut, implementasi target tersebut masih terkendala masalah teknis dalam proses penambangan di tambang bawah tanah.

"Tahun ini tantangannya, tentu ada biaya-biaya akan lebih mahal, tapi dari tantangan produksinya ya kita lagi menyelesaikan, akan segera mulai menambang di production block 2 dan 3 di Grasberg Block Cave," imbuh dia.

Lebih lanjut, pihaknya juga masih menghadapi berbagai tantangan teknis, termasuk di antaranya yang terjadi di Grasberg Block Cave (GBC).

"Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat 2-3 minggu ke depan kita sudah mulai bisa produksi di situ dan akan mulai ramp up," tutur Tony.

Produksi emas dan tembaga PT Freeport Indonesia sepanjang 2025 turun tajam akibat terhentinya operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave sejak September 2025.

Dia menerangkan, pada tahun ini Freeport Indonesia tidak menitikberatkan pada target pendapatan.

Sebaliknya, PTFI berupaya untuk lebih fokus pada peningkatan produksi.

"Kalau pendapatan itu kan tergantung dengan harganya. Tapi kan kita rencana produksinya, kami selalu merencanakan yang bisa kami kendalikan. Kalau harga kan bukan kita yang mengendalikan," ucap dia.

"Jadi kita kendalikan yang kita bisa kendalikan adalah produksi dan lain sebagainya, operasional, itu yang kita punya target. Bukan target keuntungan," tutup Tony.

Sebelumnya, tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) ditargetkan kembali beroperasi pada kuartal I-2026.

Kegiatan tambang di kawasan ini sempat dihentikan sementara akibat insiden longsor pada 8 September 2025 lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#tony-wenas #freeport-indonesia #grasberg-block-cave #produksi-tembaga

https://money.kompas.com/read/2026/03/23/144100626/freeport-bidik-peningkatan-produksi-grasberg-block-cave-siap-produksi-lagi