Cerita Presiden Prabowo Minta Menteri Pecat Dirjen Nakal

Cerita Presiden Prabowo Minta Menteri Pecat Dirjen Nakal

Presiden Prabowo Subianto meminta menteri memecat Dirjen nakal untuk meningkatkan penerimaan negara dan menjaga governance yang baik di tengah gejolak geopolitik.

(Bisnis.Com) 23/03/26 18:01 171298

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan bahwa pemerintahannya berupaya untuk beres-beres dari birokrat-birokrat nakal. Prabowo juga bercerita dirinya meminta menteri-menteri memecat Direktur Jenderal (Dirjen) yang nakal.

Menurut Pabowo, dalam upaya menjaga kekayaan negara, terutama di tengah gejolak geopolitik saat ini, rule of law dan governance yang baik menentukan.

"Jadi saya lihat kita harus beresin lingkungan kita. Kita harus beresin governance kita. Hal-hal kecenderungan selalu menipu. Nyelundup. Under-invoicing. Semua praktek-praktek itulah. Ini pelan-pelan kita benahi," kata Prabowo dalam wawancara di Hambalang, Bogor, Jawa Barat dikutip Senin (23/3/2026).

Dengan beres-beres pemerintahan, menurutnya potensi penerimaan negara bisa maksimal atau tidak lari. Dia menjelaskan bahwa penerimaan pajak per Januari, Februari, dan Maret 2026 bisa meningkat signifikan seiring dengan upaya bersih-bersih di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Untuk itu, Prabowo pun telah meminta jajaran menteri hingga pemimpin lembaga negara untuk bersih-bersih di internal.

"Saya lihat beberapa menteri saya sudah kelihatan sudah mulai benar. Ada orang yang kelihatan soft, tapi ada dirjen-dirjen yang nakal-nakal, langsung dipecat," ujar Prabowo.

Presiden pun memberi contoh salah satu menteri di Kabinet Merah Putih yakni Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo telah memecat Dirjen yang nakal.

"Kalau Anda lihat Menteri PU saya sekarang, orangnya kan baik, tapi ada yang mau main-main, dia praaak, dia pecat dua dirjen," ujar Prabowo.

Sebelumnya, pada awal bulan ini dua Dirjen di Kementerian PU memang telah mengundurkan diri. Dody Hanggodo menjelaskan pengunduran diri tersebut terjadi di tengah proses pemeriksaan internal dan menjadi bagian dari langkah pembenahan di tubuh Kementerian PU.

Menurut Dody, pengunduran diri itu berkaitan dengan sejumlah persoalan yang tergolong pelanggaran disiplin berat aparatur.

“Sipil berat itu kan macam-macam, bisa gratifikasi, bisa perselingkuhan, bisa macam-macam lah. Macam-macam-macam,” kata Dody dalam Media Gathering di Pendopo Kementerian PU, Jakarta pada awal bulan ini (6/3/2026).

Dia menjelaskan, detail temuan terkait kasus tersebut sebenarnya telah ditangani oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PU. Namun, kedua pejabat tersebut memilih mengundurkan diri sebelum keputusan pemberhentian resmi diambil.

#prabowo-minta-pecat #menteri-pecat-dirjen #dirjen-nakal #prabowo-subiantoro #pemerintahan-bersih #rule-of-law #governance-baik #penerimaan-negara #penerimaan-pajak #bersih-bersih-pemerintahan #menteri

https://kabar24.bisnis.com/read/20260323/15/1961905/cerita-presiden-prabowo-minta-menteri-pecat-dirjen-nakal