Bahlil: Saat Ini RI Belum Ikuti Langkah Malaysia Pangkas Subsidi BBM
Indonesia belum akan memangkas subsidi BBM meski ada konflik di Timur Tengah, berbeda dengan Malaysia yang telah mengurangi kuota subsidi BBM.
(Bisnis.Com) 27/03/26 13:51 174362
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut bahwa Indonesia belum akan mengikuti langkah Malaysia untuk memangkas kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) imbas perang di Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Bahlil usai bertemu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi Rosan Roeslani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat pada Jumat (27/3/2026).
“Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi [BBM] subsidi. Artinya belum ada kenaikan [harga] untuk subsidi. Masih tetap sama,” kata Bahlil.
Ketika ditanya bagaimana langkah pemerintah apabila situasi perang di Timur Tengah ini berkepanjangan, Bahlil menyebut bahwa pihaknya akan memperhitungkan lebih lanjut.
Menurutnya, dinamika konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran berlangsung cepat, bahkan bisa berlarut hingga jangka waktu minggu maupun bulan.
Bahlil menyebut bahwa pemerintah akan berhati-hati dalam mengambil kebijakan, khususnya dengan mempertimbangkan kemampuan dan kepentingan masyarakat Tanah Air.
“Ini cepat sekali dinamikanya. Bisa per minggu, bisa per bulan. Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear,” ujar politikus Partai Golkar ini.
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan pemangkasan kuota subsidi BBM di Malaysia imbas harga minyak global yang meningkat seiring dengan perang Iran dengan AS-Israel.
Anwar menjelaskan kini beban subsidi BBM jenis RON 95 dan solar secara bulanan di Malaysia naik menjadi 4 miliar ringgit sejak eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dengan demikian, Anwar mengumumkan beberapa langkah penting. Harga RON95 tetap 1,99 ringgit per liter, tetapi dengan penyesuaian kuota BBM dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.
Kebijakan penyesuaian itu efektif 1 April 2025. Anwar menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian kuota BBM bersifat sementara.
"Langkah sementara ini memastikan bahwa mayoritas penduduk tetap dilindungi, pasokan tetap stabil dan negara-negara tetap bertahan dalam ketidakpastian global," kata Anwar dalam unggahan di akun Instagram @anwaribrahim_my, Kamis (26/3/2026).
#ri-subsidi-bbm #malaysia-pangkas-subsidi #bahlil-lahadalia #subsidi-bbm-indonesia #perang-timur-tengah #kebijakan-bbm-ri #harga-bbm-indonesia #konflik-as-israel-iran #stok-bbm-indonesia #kuota-subsidi