DeepSeek Lumpuh 7 Jam, Pekerjaan 355 Juta Pengguna Terdampak
DeepSeek, chatbot AI asal China, mengalami pemadaman 7 jam, mempengaruhi 355 juta pengguna. Gangguan teknis ini menyoroti ketergantungan besar pada layanan AI.
(Bisnis.Com) 30/03/26 12:50 176308
Bisnis.com, JAKARTA — Chatbot AI buatan ChinaDeepSeek mengalami pemadaman jaringan setelah mengalami gangguan teknis selama lebih dari tujuh jam.
Startup kecerdasan artifisial yang berbasis di Hangzhou tersebut merilis serangkaian pembaruan sistem darurat guna mengatasi kegagalan performa. Gangguan ini melumpuhkan akses pengguna baik melalui situs web resmi maupun aplikasi seluler di berbagai wilayah.
Hingga saat ini, manajemen DeepSeek belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab utama di balik pemadaman layanan yang dinilai tidak biasa tersebut. Namun, DeepSeek menyatakan dalam catatan pemeliharaannya bahwa tim terus melakukan pemantauan ketat pasca-perbaikan guna memastikan stabilitas sistem.
Berdasarkan data platform pemantauan Downdetector, pengguna mulai melaporkan kegagalan akses pada Minggu malam pukul 21.35 waktu setempat.
DeepSeek sempat menandai insiden tersebut telah teratasi dua jam setelah laporan pertama muncul. Namun, gangguan performa susulan kembali terdeteksi pada dini hari berikutnya yang memaksa tim teknis melakukan investigasi lebih lanjut.
Tim teknis DeepSeek melakukan investigasi mendalam sambil meluncurkan beberapa perbaikan sistem antara pukul 01.00 hingga 09.00 waktu setempat. Layanan dilaporkan mulai berangsur pulih sepenuhnya pada pukul 10.33 pagi setelah implementasi perbaikan sistem selesai.
Skala gangguan ini memberikan dampak luas bagi sektor digital mengingat posisi DeepSeek sebagai salah satu pemimpin pasar AI dunia. Berdasarkan data Aicpb.com, DeepSeek memiliki lebih dari 355 juta pengguna aktif per Februari 2026.
Para pengguna tersebut mengandalkan chatbot DeepSeek untuk berbagai tugas profesional yang kompleks. Aktivitas yang terdampak mencakup penyusunan draf email hingga pembuatan proposal kerja yang krusial bagi operasional bisnis.
Keluhan pengguna membanjiri media sosial di China akibat hilangnya alat kerja utama mereka selama berjam-jam. Fenomena ini menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan profesional terhadap layanan AI milik China tersebut.
"Baru setelah DeepSeek tumbang, saya menyadari bahwa saya tidak tahu lagi bagaimana cara bekerja tanpanya," ujar seorang pengguna dengan nama akun yezi888 di platform Xiaohongshu, dilansir dari South China Morning Post, Senin (30/3/2026).
Pemadaman yang berlangsung lebih dari tujuh jam ini dinilai sangat tidak biasa bagi aplikasi dengan skala penggunaan global. DeepSeek dikenal memiliki catatan operasional yang solid sejak meluncurkan model R1 pada Januari 2025.
Menurut data pada halaman statusnya, perusahaan berhasil mempertahankan tingkat operasional mendekati 99% selama setahun terakhir.
Industri teknologi mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya layanan daring DeepSeek menghadapi interupsi skala besar. Pada akhir Januari tahun lalu, DeepSeek sempat dihantam serangan denial-of-service (DDoS) setelah merilis model penalaran R1 secara gratis.
Manajemen DeepSeek mendeskripsikan insiden tahun lalu sebagai serangan berbahaya berskala besar yang menargetkan server dan pita lebar mereka.
Insiden teknis ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap inovasi DeepSeek selanjutnya, yaitu model DeepSeek V4. Spekulasi mengenai peluncuran pembaruan besar tersebut telah beredar luas sejak awal tahun 2026. Jadwal perilisan DeepSeek V4 dilaporkan telah beberapa kali meleset dari jadwal yang diharapkan oleh para pelaku pasar.
Seiring layanan kembali normal, para analis akan memantau platform tersebut untuk melihat kemungkinan perubahan kecil pada kinerja atau antarmuka yang dapat mengindikasikan adanya pembaruan tersembunyi.
#deepseek-down #deepseek-ai #deepseek-china #deepseek-pengguna #deepseek-gangguan #deepseek-pemadaman #deepseek-sistem #deepseek-performa #deepseek-investigasi #deepseek-layanan #deepseek-pemulihan #de