Prabowo Pamer Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang di Depan Investor Jepang

Prabowo Pamer Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang di Depan Investor Jepang

Prabowo Subianto menegaskan di Japan-Indonesia Business Forum bahwa Indonesia tidak pernah gagal bayar utang, menjaga reputasi baik dan menawarkan kemitraan investasi konkret.

(Bisnis.Com) 31/03/26 10:23 177148

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki reputasi yang baik dalam bekerja sama terkait investasi. Indonesia merupakan negara yang tidak memiliki catatan gagal bayar utang.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Japan-Indonesia Business Forum, di Tokyo, Jepang kemarin, Senin (30/3/2026). Agenda tersebut dihadiri oleh pengusaha Indonesia-Jepang, hingga perwakilan dari kedua pemerintah.

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memiliki kapasitas untuk benar-benar bermitra dengan semua investor. Kondisi tersebut juga akan memberi jaminan dan memberi rasa aman bahwa Indonesia serius melindungi semua investor.

"Saya pikir, reputasi kita sangat jelas. Reputasi ini bukan berusia lima, sepuluh, atau lima belas tahun. Saya pikir sudah puluhan tahun Indonesia memiliki reputasi seperti yang Anda ketahui, kita tidak pernah gagal bayar utang, tidak sekali pun dalam sejarah Republik Indonesia," kata Prabowo.

Menurutnya, Indonesia selalu menghormati semua komitmen dari semua pemerintahan yang berjalan. Meskipun peralihan rezim yang berasal dari latar belakang yang berbeda, bahkan berlawanan, namun sejarah membuktikan bahwa semua Pemerintah Indonesia menepati semua komitmen pemerintah dan presiden sebelumnya.

"Saya pikir ini penting, di zaman sekarang ini, kita melihat banyak sekali negara ekonomi besar yang gagal bayar, bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi berkali-kali. Jadi Indonesia, terlepas dari semua kekurangan kita, saya pikir kita telah membuktikan diri sebagai negara yang cukup terhormat," ujar Prabowo.

Di hadapan investor Jepang itu, Prabowo juga menjelaskan terkait pendekatan baru dalam menarik investasi global dengan menekankan model “berbasis hasil” (result-oriented investment), yang menuntut setiap proyek memberikan keuntungan nyata dan terukur.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi sekadar menawarkan peluang, melainkan kemitraan konkret yang siap dieksekusi. Salah satu sorotan utama adalah kinerja awal sovereign wealth fund (SWF) yakni BPI Danantara yang disebut mencatat lonjakan signifikan.

Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah aset yang dikelola mencatat peningkatan pengembalian hingga hampir 300"% pada tahun pertama.

“Beberapa aset menunjukkan peningkatan hampir 300%. Ini sangat menggembirakan, meskipun kita masih punya perjalanan panjang,” katanya.

Sebelumnya, di agenda World Economic Forum 2026 di Davos pada awal tahun ini (22/1/2026), Prabowo juga menjelaskan terkait dengan upaya membangun kredibilitas keuangan negara. Dalam pidatonya, Prabowo juga membeberkan bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak pernah gagal bayar utang.

Dia menjelaskan bahwa kredibilitas Indonesia yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun pun telah dijaga. Sebab, kredibilitas yang hilang, sangat mahal untuk diperoleh kembali.

"Dalam sejarah kita, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang negara. Tidak sekali pun. Rezim yang berkuasa selalu membayar utang rezim sebelumnya," ujar Prabowo.

#indonesia-investasi #prabowo-subianto #indonesia-utang #reputasi-indonesia #investor-jepang #indonesia-jepang #gagal-bayar-utang #investasi-global #sovereign-wealth-fund #bpi-danantara #kredibilitas-k

https://kabar24.bisnis.com/read/20260331/15/1963217/prabowo-pamer-indonesia-tak-pernah-gagal-bayar-utang-di-depan-investor-jepang