Gelombang Mudik Lebaran 2026 Tembus 3,25 Juta Kendaraan, Naik 2,3% Dibanding Tahun Lalu

Gelombang Mudik Lebaran 2026 Tembus 3,25 Juta Kendaraan, Naik 2,3% Dibanding Tahun Lalu

Volume mudik Lebaran 2026 naik 2,3% dibandingkan dengan tahun lalu menjadi 3,25 juta kendaraan.

(Bisnis.Com) 31/03/26 13:17 177367

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat volume lalu lintas keluar Jakarta selama periode Lebaran 2026 menembus angka 3,25 juta kendaraan. Realisasi tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 2,3% dibandingkan dengan Lebaran 2025.

Lonjakan pemudik tahun ini juga tercatat lebih tinggi 18,4% jika dibandingkan dengan realisasi lalu lintas normal. Diikuti dengan volume kendaraan yang kembali ke arah Jakarta tercatat mencapai 2,98 juta unit atau mengalami kenaikan 10,8% dari kondisi normal harian.

“Secara umum pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan terkendali. Kami juga melihat adanya peningkatan dari sisi keselamatan, yang menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan layanan infrastruktur jalan,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resmi, Senin (31/3/2026).

Adapun, puncak arus mudik terjadi pada H-3 atau 18 Maret 2026 dengan volume mencapai 270.315 kendaraan, naik 4,6% secara tahunan. Sedangkan, puncak arus balik pada H+3 (24 Maret 2026) tercatat sebanyak 256.338 kendaraan, angka yang justru lebih rendah dari proyeksi awal.

Dari sisi efisiensi, waktu tempuh arus balik tercatat lebih cepat 3,8% dibandingkan tahun lalu menjadi 5 jam 12 menit. Namun, pada arus mudik, waktu tempuh sedikit melambat 2,6% menjadi 5 jam 46 menit akibat tingginya volume kendaraan di jalan tol.

“Penguatan sistem monitoring melalui JMTC, termasuk penambahan CCTV di berbagai titik strategis, sangat membantu dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan. Hal ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas,” tambah Dody.

Dody melanjutkan, aspek keselamatan menunjukkan perbaikan dengan penurunan angka kecelakaan sebesar 2% menjadi 51 kejadian. Penurunan signifikan terjadi pada jumlah korban yang merosot 34% menjadi 60 orang, dengan angka fatalitas meninggal dunia turun 60% menjadi 2 orang.

Kemudian, keberhasilan penekanan volume kendaraan logistik mencapai 74,56% berkat kebijakan pembatasan angkutan barang selama periode mudik. Selain itu, pemerintah menerapkan diskon tarif tol sebesar 30% serta rekayasa lalu lintas one way dan contraflow secara situasional.

Terakhir, Dody menegaskan capaian ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) termasuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR).

Meski demikian, Kementerian PU memberikan catatan evaluasi terhadap penataan rest area di KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta–Cikampek. Fokus perbaikan ke depan akan menyasar pada aspek akses dan layout guna mencegah penumpukan kendaraan yang dapat membahayakan pengguna jalan.

"Penataan tersebut juga akan dilakukan secara bertahap di rest area lain, terutama yang memiliki keterbatasan fasilitas, guna mencegah penumpukan kendaraan di bahu jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan," pungkasnya.

#mudik-lebaran-2026 #volume-kendaraan-lebaran #arus-mudik-jakarta #arus-balik-jakarta #keselamatan-mudik-lebaran #peningkatan-lalu-lintas-lebaran #puncak-arus-mudik #puncak-arus-balik #waktu-tempuh-mud

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260331/98/1963292/gelombang-mudik-lebaran-2026-tembus-325-juta-kendaraan-naik-23-dibanding-tahun-lalu