Trump Sebut AS Akan Tinggalkan Perang dalam 2-3 Minggu, Iran Tolak Negosiasi
Trump menyatakan AS akan meninggalkan konflik dengan Iran dalam 2-3 minggu, meski tanpa negosiasi. Iran menolak negosiasi dan tidak percaya pada AS.
(Bisnis.Com) 01/04/26 18:24 179206
Bisnis.com, BANDA ACEH — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya akan segera ‘meninggalkan’ Iran dalam dua hingga tiga minggu, sedangkanTeheran menegaskan tidak ada negosiasi yang berlangsung di tengah konflik.
Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terus berlanjut. Iran menyatakan memiliki kemauan untuk mengakhiri perang, tetapi menolak klaim adanya perundingan dengan Washington.
“Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini [perang], dan mungkin dalam dua minggu atau sedikit lebih lama, dan kemudian kami akan pergi,” kata Donald Trump, seperti dikutip BBC, Rabu (1/4/2026).
Trump menyatakan bahwa negaranya telah “mengembalikan kemampuan Iran 15 hingga 20 tahun ke belakang” dalam hal militer dan nuklir. Dia juga menegaskan bahwa AS tetap akan keluar dari konflik meski tanpa adanya kesepakatan dengan Teheran.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya memiliki “kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri perang”, dengan syarat tertentu terpenuhi.
Namun, pernyataan tersebut tidak diikuti dengan kesiapan untuk bernegosiasi secara langsung dengan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya komunikasi dengan utusan khusus AS, tetapi menegaskan hal tersebut bukan bagian dari negosiasi resmi.
“Saya menerima pesan langsung dari utusan AS, tetapi itu tidak berarti kami sedang bernegosiasi,” ujar Araghchi kepada Al Jazeera.
Dia menambahkan bahwa Iran tidak memiliki kepercayaan terhadap proses negosiasi dengan Amerika Serikat. “Kami tidak percaya bahwa negosiasi dengan AS akan menghasilkan apa pun. Tingkat kepercayaan kami nol,” tegasnya.
Tepat hari ini, konflik militer masih terus berlangsung di berbagai wilayah. BBC melaporkan serangan terjadi di sekitar Tel Aviv, Lebanon, hingga kawasan Teluk, termasuk insiden terhadap kapal tanker di dekat Qatar dan serangan drone di beberapa negara.
Selain itu, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi global juga menjadi sorotan. Iran menegaskan jalur tersebut tetap terbuka, tetapi tidak untuk negara yang terlibat konflik langsung.
“Selat ini terbuka untuk sebagian besar negara, tetapi tidak bagi pihak yang berperang dengan kami,” ujar Araghchi.
#trump-tinggalkan-perang #iran-tolak-negosiasi #konflik-as-iran #trump-iran-perang #as-keluar-konflik #iran-as-negosiasi #eskalasi-konflik-timur-tengah #selat-hormuz-konflik #serangan-tel-aviv #seranga