Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BSI (BRIS) Pastikan Layanan Cabang Tetap Normal
Gempa M 7,6 guncang Bitung Sulut, BSI (BRIS) pastikan layanan cabang normal, kecuali KCP Manado Sam Ratulangi yang dialihkan.
(Bisnis.Com) 02/04/26 14:53 180129
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) memastikan layanan operasional cabang perseroan beroperasi normal pasca gempa bumi 7,6 magnitudo mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB.
Kendati begitu, Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menyampaikan bahwa terdapat satu cabang yang mengalami gangguan yakni KCP Manado Sam Ratulangi, sehingga operasional dialihkan ke cabang lainnya.
“Semua cabang-cabang itu kemudian Alhamdulillah memang kemudian semua on, cuma satu cabang yang gensetnya itu nggak jalan, tapi kemudian tetap dialihkan ke cabang yang lainnya,” kata Bob ketika di sela-sela penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026, Kamis (2/4/2026).
Selain KCP Manado Sam Ratulangi, Bob juga mengungkapkan adanya gangguan terhadap mesin-mesin ATM BSI. Saat ini, BSI mencatat sebanyak dua ATM mengalami gangguan, sedangkan 39 mesin ATM lainnya termonitor normal.
Bob menegaskan bahwa saat ini perseroan mengutamakan keselamatan karyawan BSI dan keluarga pasca terjadinya gempa. Sejauh ini, Bob memastikan seluruh karyawan yang berada di lokasi terjadinya gempa dalam kondisi aman.
Selain keselamatan karyawan, operasional perbankan juga turut menjadi perhatian perseroan, mengingat hal ini menyangkut layanan kepada masyarakat. Perseroan juga akan mendata sejumlah aset-aset BSI yang mengalami kerusakan imbas gempa di tenggara Kota Bitung.
Sebagaimana diketahui, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis, (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.
Dalam catatan Bisnis, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi menjelaskan bahwa dari gempa tersebut terdapat potensi gelombang tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung.
BMKG pun telah mencatat bahwa gelombang tsunami telah terjadi di tiga wilayah. Tsunami setinggi 0,3 meter terjadi di Halmahera Barat. Kemudian, tsunami 0,2 meter terjadi di Bitung dan tsunami 0,75 meter terjadi di Minahasa Utara.
“Dengan memperhatikan lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi,” kata Teuku Faisal dalam konferensi pers pada Kamis (2/4/2026).
#gempa-bitung #gempa-sulawesi-utara #gempa-bumi-7-6 #bank-syariah-indonesia #layanan-cabang-normal #bsi-bris #gempa-bumi-tektonik #peringatan-dini-tsunami #gempa-bumi-dangkal #gempa-bumi-bitung #gempa