Apa Benar Waxing Aman? Ini Risiko yang Sering Tak Disadari

Apa Benar Waxing Aman? Ini Risiko yang Sering Tak Disadari

Waxing populer untuk menghilangkan bulu, namun bisa sebabkan nyeri, iritasi, dan infeksi jika tidak dilakukan dengan benar. Pastikan kebersihan dan perawatan kulit.

(Bisnis.Com) 03/04/26 16:10 181110

Bisnis.com, JAKARTA – Waxing menjadi salah satu metode menghilangkan bulu yang cukup populer karena hasilnya lebih tahan lama dibandingkan mencukur. Selain itu, cara ini dinilai praktis dan relatif terjangkau sehingga banyak digunakan untuk perawatan rutin.

Meski begitu, waxing tidak sepenuhnya aman karena dapat menimbulkan berbagai efek samping pada kulit. Risiko ini bisa muncul terutama jika prosedur dilakukan tanpa memperhatikan kebersihan dan kondisi kulit.

Pada kondisi tertentu seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Cushing syndrome, pertumbuhan rambut berlebih sering terjadi sehingga waxing kerap menjadi solusi. Metode ini membantu memperbaiki penampilan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Namun, ada sejumlah efek samping yang perlu diwaspadai setelah waxing. Beberapa di antaranya bahkan bisa mengganggu kesehatan kulit jika tidak ditangani dengan tepat.

Berikut resiko atau bahaya waxing yang umum terjadi:
- Nyeri saat pencabutan rambut dari akar
- Ingrown hair atau rambut tumbuh ke dalam
- Jerawat akibat pori-pori terbuka dan bakteri
- Kemerahan dan iritasi pada kulit
- Reaksi alergi terhadap bahan wax
- Kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari
- Memar atau perdarahan ringan
- Infeksi kulit akibat kebersihan yang kurang

Salah satu efek paling sering dirasakan adalah nyeri saat proses waxing berlangsung. Rasa sakit ini muncul karena rambut dicabut langsung dari akar dan bisa berbeda pada tiap orang.

Untuk mengurangi rasa sakit saat waxing, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum dan sesudah perawatan. Cara ini membantu membuat proses lebih nyaman dan aman bagi kulit.

Berikut cara mengurangi nyeri akibat waxing:
- Menghindari penggunaan retinoid beberapa hari sebelum waxing
- Mengonsumsi obat pereda nyeri ringan sebelum perawatan
- Memotong rambut agar tidak terlalu panjang
- Mengompres hangat sebelum waxing dan dingin setelahnya

Selain nyeri, masalah ingrown hair juga cukup sering terjadi setelah waxing. Kondisi ini membuat rambut tumbuh ke dalam kulit dan menimbulkan benjolan kecil yang mengganggu.

Waxing juga dapat memicu jerawat karena pori-pori terbuka sehingga mudah dimasuki bakteri. Peradangan ringan selama proses waxing turut memperparah kondisi tersebut.

Efek lain yang umum adalah kemerahan dan iritasi pada kulit setelah waxing. Biasanya kondisi ini akan mereda dalam beberapa jam, tetapi bisa bertahan lebih lama pada kulit sensitif.

Beberapa orang juga berisiko mengalami reaksi alergi akibat bahan tertentu dalam wax. Reaksi ini bisa berupa gatal, perih, hingga sensasi terbakar pada kulit.

Selain itu, kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari setelah waxing. Hal ini meningkatkan risiko kulit terbakar jika tidak dilindungi dengan baik.

Waxing juga dapat menyebabkan Folliculitis, yaitu infeksi pada folikel rambut. Gejalanya meliputi benjolan merah, nyeri, dan terkadang berisi nanah.

Meski jarang, infeksi kulit juga bisa terjadi akibat alat atau tempat yang tidak higienis. Karena itu, penting memastikan waxing dilakukan oleh tenaga profesional dan di tempat yang bersih.

Untuk mencegah berbagai risiko tersebut, perawatan kulit sebelum dan sesudah waxing sangat diperlukan. Menjaga kebersihan kulit dan menghindari produk keras dapat membantu mengurangi efek samping.

#waxing-aman #risiko-waxing #efek-samping-waxing #waxing-dan-kesehatan-kulit #waxing-nyeri #ingrown-hair-waxing #jerawat-setelah-waxing #kemerahan-kulit-waxing #reaksi-alergi-waxing #kulit-sensitif-wax

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260403/104/1964094/apa-benar-waxing-aman-ini-risiko-yang-sering-tak-disadari