Kemenhub Siapkan Water Taxi di Bali, Bandara ke Canggu 30 Menit

Kemenhub Siapkan Water Taxi di Bali, Bandara ke Canggu 30 Menit

Kemenhub kembangkan water taxi di Bali. Rute Bandara Ngurah Rai ke Canggu ditargetkan hanya 30 menit untuk kurangi kemacetan.

(Kompas.com) 08/04/26 14:05 185098

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan menyiapkan pengembangan layanan water taxi di Bali. Moda ini ditujukan untuk mengurangi kemacetan di kawasan pariwisata, terutama Kabupaten Badung.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut rencana ini menjadi tindak lanjut kunjungan kerja Komisi V DPR RI. Agenda lain mencakup pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng.

“Terdapat dua pokok pembahasan yang akan kami sampaikan, yaitu rencana pengembangan water taxi dan pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang di Gerokgak, Buleleng, Bali Utara,” ujar Dudy dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Rabu (8/4/2026).

Water taxi dirancang sebagai moda terintegrasi. Sistem ini menghubungkan jalur darat, laut, dan udara.

“Water taxi merupakan salah satu solusi alternatif dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Rute utama menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu. Layanan ini ditujukan sebagai opsi mobilitas yang lebih cepat.

“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu sebagai opsi mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung sektor pariwisata di Bali,” katanya.

Waktu tempuh perjalanan darat saat ini berkisar satu hingga dua jam. Moda water taxi diproyeksikan memangkas waktu perjalanan menjadi sekitar 30 menit.

“Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu adalah satu sampai dua jam, sedangkan dengan water taxi diharapkan hanya sekitar 30 menit,” ujarnya.

Survei menunjukkan Canggu masuk tiga besar destinasi dengan minat tertinggi. Minat datang dari wisatawan domestik dan mancanegara.

Proyek ini mencakup pembangunan infrastruktur pendukung. Fasilitas meliputi breakwater untuk menjaga keselamatan operasional di perairan.

Lokasi pelabuhan direncanakan berada di kawasan Bandara Ngurah Rai di Pantai Sekeh dan Pantai Berawa, Canggu.

Proyek ditargetkan berjalan mulai Januari 2026 hingga Juli 2027. PT ASDP Indonesia Ferry saat ini menyusun studi Detail Engineering Design.

“Saat ini PT ASDP sedang dalam proses penyusunan studi Detail Engineering Design, sementara pekerjaan konstruksi direncanakan dimulai pada Agustus 2026 hingga Juli 2027,” ungkapnya.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan mempercepat tahapan proyek. Tahapan mencakup finalisasi studi desain hingga persiapan uji coba operasional.

“Sebagai tindak lanjut studi perencanaan program water taxi Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut telah menyampaikan beberapa poin secara garis besar yaitu finalisasi studi pre-design atau studi kelewatan dan basic desain,” ujar Dudy.

“Kemudian penyusunan studi detal engineering design DED, pelaksanaan langkah percepatan program, penyampaian estimasi waktu pelaksanaan uji coba operasional tahun 2026,” tutup Dudy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#bali #menhub #bali-macet #water-taxi #water-taxi-bali

https://money.kompas.com/read/2026/04/08/140531026/kemenhub-siapkan-water-taxi-di-bali-bandara-ke-canggu-30-menit