Purbaya Beri Lampu Hijau, Bulog Kantongi Subsidi Bunga 2%

Purbaya Beri Lampu Hijau, Bulog Kantongi Subsidi Bunga 2%

Kemenkeu setujui subsidi bunga 2% untuk Bulog guna menyerap gabah dan jagung, meringankan beban bunga, dan meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada petani.

(Bisnis.Com) 13/04/26 19:29 190055

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan persetujuan atas subsidi bunga pinjaman sebesar 2% kepada Perum Bulog untuk menyerap gabah dan jagung.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang telah mendapatkan lampu hijau dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

“Kaitan dengan ketersediaan dana tersebut sesuai dengan kebijakan dari Bapak Presiden [Prabowo Subianto] melalui Bapak Mensesneg [Prasetyo Hadi] bahwa Bulog diberi subsidi bunga sejumlah 2% dari Bank Himbara,” kata Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dia menjelaskan, skema tersebut membuat bunga pinjaman Bulog berada di level 4%, dengan porsi 2% ditanggung pemerintah dan 2% lainnya oleh perusahaan. Dengan demikian, beban bunga yang harus ditanggung Bulog menjadi lebih ringan.

“Kemarin lusa kami juga sudah menghadap Bapak Menteri Keuangan, dan Bapak Menteri Keuangan sudah memberikangreen lightbahwa Bulog diberikan subsidi bunga sebanyak 2%,” terangnya.

Rizal berharap dukungan subsidi bunga ini dapat memperbaiki struktur keuangan Bulog sehingga lebih sehat dan efisien. Dengan beban bunga yang lebih rendah, Bulog berharap mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani.

“Harapan kami dengan bantuan ini sehingga Bulog makin sehat, tidak terlalu banyak bunga, bunga yang tidak terlalu besar yang harus ditanggung sehingga ke depan Bulog lebih bisa mandiri, lebih profesional dan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya para petani-petani di daerah,” tuturnya.

Sampai dengan 13 April 2026, realisasi penyerapan beras telah mencapai 48,7% dari target 4 juta ton atau setara 1,9 juta ton. Sementara itu, stok beras yang dikelola Bulog tercatat mencapai 4,27 juta ton dan diproyeksikan dapat menembus 5 juta ton dalam 10 hari ke depan.

Antisipasi El Nino

Perum Bulog juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi potensi dampak fenomena iklim El Nino terhadap produksi dan penyerapan beras nasional.

Rizal menjelaskan, periode Mei–Juli 2026 diperkirakan menjadi puncak panen di berbagai daerah. Kondisi ini dinilai justru dapat menjadi momentum positif, terutama jika cuaca panas mendukung proses pengeringan gabah.

Menurutnya, kondisi panas yang identik dengan El Nino justru berpotensi menguntungkan petani dalam proses pascapanen.

“Kalau puncak-puncaknya panen, panas itu kalau petani tambah senang. Gabahnya makin kering,” ujarnya.

Untuk itu, Bulog mendorong seluruh jajaran di daerah, baik pimpinan wilayah (pimwil) maupun cabang, agar memaksimalkan penyerapan gabah pada periode awal panen hingga Juli 2026. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi jika El Nino berlangsung lebih panjang hingga akhir tahun.

Dengan strategi tersebut, Bulog berharap target penyerapan beras sebesar 4 juta ton dapat tercapai secara optimal dan merata di berbagai wilayah. Dia menambahkan, jika puncak El Nino bertepatan dengan musim panen, maka kualitas gabah justru berpotensi lebih baik.

“Kalau nanti El Nino itu puncaknya di Juni, Juli itu pas lagi puncak-puncaknya panen. Harapannya malah itu gabahnya makin kering, makin bagus,” pungkasnya.

#subsidi-bunga #bulog-subsidi #subsidi-bunga-bulog #kementerian-keuangan #purbaya-yudhi-sadewa #bulog-serap-gabah #bulog-serap-jagung #bank-himbara #bunga-pinjaman-bulog #struktur-keuangan-bulog #penye

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260413/12/1966279/purbaya-beri-lampu-hijau-bulog-kantongi-subsidi-bunga-2