Cek Rekomendasi Saham saat IHSG Rebound, Ada MBMA-ENRG Cs

Cek Rekomendasi Saham saat IHSG Rebound, Ada MBMA-ENRG Cs

IHSG rebound dengan saham rekomendasi MBMA, ENRG, dan EXCL. Tren positif didorong stabilitas geopolitik dan aliran dana domestik, meski investor asing berhati-hati.

(Bisnis.Com) 14/04/26 08:40 190446

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan penguatan di dua hari perdagangan secara beruntun. Dalam momentum rebound indeks komposit ini, sejumlah saham seperti MBMA hingga ENRG masuk daftar saham rekomendasi analis.

IHSG melanjutkan tren positif pekan lalu, 6-10 April 2026, dengan menguat sebesar 6,14%. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menjelaskan kinerja positif ini didorong oleh meredanya tensi geopolitik global, seiring adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran selama dua minggu serta dibukanya kembali jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi katalis utama perbaikan sentimen risiko di pasar global.

Meskipun demikian, partisipasi investor asing masih cenderung berhati-hati, tercermin dari aliran dana keluar (net sell) sebesar Rp3,3 triliun di pasar reguler sepanjang periode tersebut. Hari melihat hal ini menjadi indikasi bahwa penguatan IHSG lebih ditopang oleh aliran dana domestik serta rotasi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

"Secara keseluruhan, pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir mencerminkan pergeseran sentimen pasar menuju risk-on, meskipun masih dibayangi oleh kehati-hatian investor asing. Ke depan, keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada stabilitas geopolitik global serta konsistensi aliran dana domestik dalam menopang pasar," terang Hari dalam riset mingguannya, Selasa (14/4/2026).

Untuk pekan ini, 13-17 April 2026, Hari melihat sentimen global yang menyertai pasar adalah adanya kegagalan negosiasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menghasilkan kesepakatan konkret. Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian geopolitik global dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat berdampak langsung pada stabilitas pasar energi.

Hari menjelaskan, sentimen negatif terutama berasal dari risiko berlanjutnya gangguan distribusi energi global, mengingat kawasan Timur Tengah, khususnya jalur strategis Selat Hormuz, masih menjadi titik krusial dalam rantai pasok minyak dunia.

Tanpa adanya kesepakatan, lanjutnya, pasar mulai mengantisipasi kemungkinan pengetatan suplai yang dapat mendorong harga energi tetap tinggi, sehingga berpotensi menahan laju penurunan inflasi global dan mempersempit ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat.

Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve juga kembali menjadi lebih hawkish, seiring risiko inflasi berbasis energi yang masih tinggi. Hal ini berpotensi menjaga yield obligasi AS tetap elevated dan menjadi tekanan tambahan bagi aset berisiko, khususnya saham berbasis growth yang sensitif terhadap suku bunga.

Secara keseluruhan, sambung dia, dinamika tersebut mendorong investor global untuk kembali mengadopsi sikap risk-off dalam jangka pendek, dengan potensi rotasi ke aset safe haven seperti dolar AS dan komoditas energi.

"Volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi dalam sepekan ke depan, dengan arah pergerakan sangat bergantung pada perkembangan lanjutan dari negosiasi geopolitik serta sinyal kebijakan moneter global," tandasnya.

Sementara itu, sentimen yang datang dari domestik antara lain adalah nilai tukar rupiah yang terus tertekan di kisaran Rp17.000 per dolar AS, serta pasar yang akan melihat langkah pemerintah menjaga ketahanan energi yang berpotensi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Atas sejumlah sentimen yang menyertai tersebut, pekan ini pergerakan IHSG diperkirakan cenderung mixed dengan kecenderungan konsolidatif. Hari menjelaskan bahwa saat ini posisi IHSG telah mengalami rally dan mulai membentuk indikasi reversal jangka pendek.

Menurutnya, sektor energi diperkirakan tetap menjadi salah satu motor penggerak utama, ditopang oleh ekspektasi harga komoditas yang masih elevated, serta sektor transportasi laut yang juga menunjukkan penguatan lanjutan seiring membaiknya outlook permintaan dan tarif.

"Selain itu, pergerakan saham-saham konglomerasi yang mulai menunjukkan pola reversal teknikal dapat membuka peluang trading jangka pendek, khususnya untuk strategi swing," pungkasnya.

Berikut adalah saham rekomendasi IPOT untuk pekan 13-17 April 2026;

1. Buy MBMA (Entry: Rp745, Target Price: Rp825, Stop Loss: Rp715)

2. Buy ENRG (Entry: Rp1.745, Target Price: Rp1.925, Stop Loss: Rp1.645)

3. Buy EXCL (Entry: Rp3.160, Target Price: Rp3.550, Stop Loss: Rp2.960)

4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) yang berisi 20 emiten yang rajin memberikan dividen

____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-rebound #saham-rekomendasi #mbma-saham #enrg-saham #tren-ihsg #saham-berkapitalisasi-besar #sentimen-pasar #risiko-geopolitik #harga-energi-tinggi #kebijakan-moneter #volatilitas-pasar #nilai-tuk

https://market.bisnis.com/read/20260414/189/1966394/cek-rekomendasi-saham-saat-ihsg-rebound-ada-mbma-enrg-cs