Ekspor Rotan ke Bulgaria Menjanjikan, Industri Cirebon Masih Hadapi PR Besar
Bulgaria tertarik ekspor furnitur rotan Cirebon ke Eropa, namun tantangan industri lokal masih ada, termasuk standardisasi dan kapasitas produksi.
(Bisnis.Com) 15/04/26 12:16 191892
Bisnis.com, CIREBON — Duta Besar Republik Bulgaria untuk Indonesia,Tanya Dimitrova, menyatakan ketertarikan untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia, khususnya dengan daerah penghasil furnitur rotan sepertiCirebon.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah industri furnitur rotan yang dinilai memiliki kualitas tinggi dan potensi ekspor ke pasar Eropa.
“Kerja sama ini sebenarnya bukan hal baru bagi kami, karena sudah pernah dilakukan dengan Jawa Tengah. Maka rencana kerja sama Bulgaria dengan Cirebon bukan sesuatu yang asing bagi kami,” ujar Dimitrova,Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan, Bulgaria melihat furnitur rotan Cirebon sebagai produk dengan daya saing tinggi di pasar internasional.
Menurutnya, kualitas produk, desain, serta potensi keberlanjutan bahan baku menjadi faktor utama ketertarikan pihaknya untuk memperdalam kerja sama di sektor tersebut.
“Salah satu yang ingin kami kerjasamakan adalah suplai furnitur rotan. Kami menganggap furnitur Cirebon ini memiliki kualitas bagus,” kata Dimitrova.
Selain fokus pada produk jadi, Bulgaria juga menyatakan keinginan untuk memahami secara lebih detail rantai produksi furnitur rotan di Cirebon. Mulai dari proses pembuatan, pengadaan bahan baku, hingga jaringan ekspor yang selama ini telah berjalan.
“Kami ingin lebih tahu seperti apa produk furnitur rotan ini, mulai dari pembuatan, pencarian bahan baku, hingga negara mana saja yang sudah bekerja sama,” ujarnya.
Selain sektor furnitur rotan, Bulgaria juga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor lain yang dinilai memiliki potensi nilai tambah. Pemerintah Bulgaria disebut ingin menjajaki lebih jauh komoditas dan produk unggulan lain dari Cirebon maupun wilayah sekitarnya.
Tidak hanya sebatas perdagangan, Bulgaria juga menyatakan minat untuk menanamkan investasi di Cirebon. Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak sekaligus membuka peluang pertumbuhan industri di daerah.
“Negara kami juga tertarik untuk menanam modal di Cirebon,” kata Dimitrova.
Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan,potensi kerja sama ini dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan ekspor dan penguatan industri berbasis kerajinan di Cirebon yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra utama furnitur rotan di Indonesia.
Disebutkan Imron, industri rotan ini melibatkan banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada akses pasar global.
"Masuknya minat investasi dari Eropa Timur dapat menjadi peluang strategis bagi penguatan struktur industri lokal. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal standardisasi produk, kapasitas produksi, serta kesiapan regulasi daerah dalam mendukung investasi asing," ujar Imron.
Jika kerja sama ini terealisasi, kata Imron, Cirebon berpotensi memperluas jangkauan ekspor furnitur rotan ke pasar baru di kawasan Eropa, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah melalui industrialisasi berbasis kerajinan.
"Kami harapkan pengusaha dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ekosistem industri rotan, mulai dari hulu hingga hilir, agar mampu memenuhi standar pasar internasional yang semakin kompetitif," tutup Imron.
#ekspor-rotan #rotan-cirebon #furnitur-rotan #pasar-eropa #industri-rotan #kerja-sama-bulgaria #investasi-cirebon #produk-rotan #kualitas-rotan #daya-saing-rotan #pasar-internasional #suplai-furnitur #n-a