Warga Jabodetabek Makin Banyak Naik Kereta, Ini Datanya

Warga Jabodetabek Makin Banyak Naik Kereta, Ini Datanya

Warga Jabodetabek makin banyak menggunakan kereta api seperti KRL, LRT, dan KA Bandara, dengan peningkatan penumpang signifikan pada kuartal I/2026.

(Bisnis.Com) 16/04/26 19:34 193771

Bisnis.com, JAKARTA — Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek tercatat makin banyak yang memilih moda angkutan kereta api, baik KRL, LRT, maupun KA Bandara hingga Whoosh.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Anne Purba menyampaikan bahwa transportasi berbasis rel hadir sebagai penghubung antarwilayah sekaligus antarmoda, sehingga perjalanan terasa lebih terintegrasi dari titik awal hingga tujuan akhir.

Mobilitas masyarakat di wilayah perkotaan terus berkembang seiring kebutuhan perjalanan yang makin beragam. Untuk itu, KAI Group terus memperkuat konektivitas tersebut melalui integrasi layanan kereta api antarmoda di berbagai simpul strategis.

“Konektivitas yang terbangun antar layanan membuat perjalanan terasa lebih efisien. Setiap simpul transportasi saling melengkapi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Misalnya, LRT Jabodebek terhubung langsung dengan layanan kereta cepat Whoosh di Stasiun Halim, menghadirkan perjalanan yang tersambung antara kawasan perkotaan dan lintas kota dengan waktu tempuh yang lebih efisien.

Selain itu, Stasiun LRT Cawang dan Cikoko terhubung dengan Commuter Line alias KRL, sementara kawasan Dukuh Atas menjadi simpul integrasi yang mempertemukan LRT dan KRL dalam satu kawasan. Keterhubungan ini memudahkan masyarakat berpindah moda dalam satu perjalanan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, akses menuju bandara juga makin terintegrasi. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta terhubung dengan KRL Commuter Line melalui stasiun Manggarai, BNI City, Duri, dan Batuceper. Koneksi ini membuka pilihan perjalanan menuju bandara yang lebih fleksibel dari berbagai titik di Jabodetabek.

Sejalan dengan konektivitas, Anne melaporkan adanya peningkatan volume pelanggan di berbagai layanan sepanjang kuartal I/2026.

Moda LRT Jabodebek tercatat melayani 7,75 juta pelanggan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 6,35 juta pelanggan atau tumbuh 22,10%. Pertumbuhan juga terlihat pada layanan Whoosh yang melayani 1,40 juta pelanggan atau meningkat dari 1,35 juta pelanggan (4,07%).

Pada periode yang sama, KRL Jabodetabek melayani 87,97 juta pelanggan, meningkat dari 82,11 juta pelanggan atau tumbuh 7,14%. Volume ini menjadi penopang utama mobilitas harian masyarakat di kawasan perkotaan.

Untuk layanan menuju bandara, Commuter Line Basoetta mencatat 634.921 pelanggan pada kuartal I/2026, meningkat dibandingkan 517.166 pelanggan atau tumbuh 22,77%.

#kereta-api #krl-jabodetabek #lrt-jabodebek #ka-bandara #whoosh-kereta-cepat #transportasi-rel #integrasi-transportasi #simpul-transportasi #konektivitas-kereta #mobilitas-jabodetabek #commuter-line #s

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260416/98/1967246/warga-jabodetabek-makin-banyak-naik-kereta-ini-datanya