Toyota Bakal Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung, Bersiap Kebut Mandatori E10
Toyota akan membangun pabrik bioetanol di Lampung pada 2026 untuk mendukung mandatori E10. Proyek ini melibatkan konsorsium dengan Pertamina dan dukungan Jepang.
(Bisnis.Com) 20/04/26 13:31 196615
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengonfirmasi rencana raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Group, untuk menanamkan modal dalam pengembangan industri bioetanol di Indonesia, dengan langkah awal membuat pabrik bioetanol di Lampung.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa kepastian investasi ini merupakan hasil tindak lanjut dari pertemuannya dengan CEO Toyota Asia Masahiko Maeda di Kantor BKPM pada Senin (20/4/2026). Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari negosiasi sebelumnya di Tokyo, Jepang, yang turut melibatkan Presiden Prabowo Subianto akhir Maret lalu.
Dalam eksekusinya, proyek pengembangan energi terbarukan ini akan dikerjakan secara konsorsium. Pertamina New Renewable Energy (NRE) akan menggandeng Toyota Tsusho sebagai mitra strategis.
Selain itu, inisiatif ini juga melibatkan dukungan pembiayaan dari Danantara, serta asistensi teknologi dari Research Development for Bioethanol (RABID) yang didukung oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang.
Todotua menjelaskan kapasitas produksi awal untuk pabrik itu nantinya mencapai 60.000 kiloliter per tahun. Menurutnya, studi kelayakannya sudah hampir selesai.
"Konstruksinya akan kita mulai tahun ini, target di kuartal III, maksimal di kuartal IV tahun ini. Kalau berjalan, sih, seharusnya maksimal 2028 sudah bisa produksi," ungkapnya usai pertemuan dengan Maeda, Senin (20/4/2026).
Kendati demikian, dia belum bisa mengungkapkan nilai investasi yang akan masuk untuk pengembangan industri bioetanol di Lampung itu karena masih perlu studi lebih lanjut.
Todotua menjelaskan, pemerintah dan konsorsium telah sepakat memilih Provinsi Lampung sebagai lokasi pabrik perdana. Pemilihan wilayah ini didasarkan pada ketahanan ketersediaan bahan baku (feedstock) yang melimpah.
Sebagai informasi, bioetanol dapat diproduksi dari berbagai sumber bahan baku (multi-feedstock) seperti tebu, singkong, sorgum, hingga aren. Lampung dinilai memiliki keunggulan kompetitif karena telah memiliki lahan perkebunan tebu dan singkong berskala besar.
Ke depannya, Todotua mengungkapkan proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan pabrik pengolahan, tetapi juga mencakup pembukaan lahan perkebunan sorgum sebagai feedstock pendukung.
Dia menggarisbawahi bahwa langkah akselerasi hilirisasi di sektor bioetanol merupakan salah satu prioritas untuk ketahanan energi nasional. Pemerintah, sambungnya, telah mematok target mandatori pencampuran bioetanol 10% (E10) pada bahan bakar jenis bensin maksimal pada 2028 mendatang, menyusul implementasi mandatori B50 untuk produk biofuel yang dicanangkan mulai Juni tahun ini.
"Total konsolidasi kapasitas pabrik etanol di Indonesia saat ini kurang lebih sekitar 120.000 kiloliter, bahkan yang efektif produksi mungkin hanya 80.000 kiloliter. Tentunya kita melakukan ini dalam kerangka mempersiapkan industri dalam negeri. Apabila nanti masuk dalam mandatori E10, negara kita sudah siap menyediakan kebutuhan etanolnya," tegas Todotua.
Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas pengembangan ekosistem kendaraan listrik bersama Toyota. Todotua membocorkan adanya pembicaraan mengenai suplai pabrik baterai IBC, di mana Grup Toyota diproyeksikan menjadi salah satu pihak penyerap (off-taker) untuk mendukung lini kendaraan hibrida (hybrid) mereka.
"Jepang adalah salah satu pemain terbesar dalam industri otomotif. Mereka memang dalam kerangka new renewable energy, jadi depannya akan masuk ke konsep hybrid, hidrogen, dan juga bioetanol. Kedatangan Mr. Maeda hari ini semakin memperkuat dan meyakinkan kita," katanya.
#toyota-bioetanol #pabrik-bioetanol-lampung #toyota-bangun-pabrik-bioetanol-di-lampung #pabrik-bioetanol-toyota #pabrik-bioetanol-toyota-di-lampung #investasi-toyota-indonesia #energi-terbarukan-toyota