Letak Indonesia Strategis, Peluang jadi Hub Data Center Asia Terbuka Lebar

Letak Indonesia Strategis, Peluang jadi Hub Data Center Asia Terbuka Lebar

Indonesia berpotensi menjadi hub data center Asia karena moratorium di Singapura, ketersediaan listrik, lahan luas, dan regulasi lokal yang mendukung.

(Bisnis.Com) 22/04/26 19:47 199676

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia dinilai memiliki prospek besar untuk menjadi hub data center di tingkat Asia seiring dengan lokasi Indonesia yang strategis.

Chief Financial Officer Digital Realty Bersama Krishna Worotikan, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran tren, di mana sebelumnya banyak perusahaan Indonesia menyimpan data mereka di Singapura. Namun, akibat keterbatasan ruang di negara tersebut, perusahaan-perusahaan mulai memindahkan data mereka ke Indonesia.

Selain itu, Krishna menambahkan Indonesia memiliki keunggulan dari sisi sumber daya untuk pengembangan data center, seperti ketersediaan lahan yang luas dan pasokan air yang memadai. Hal ini mendorong perusahaan regional maupun global untuk mulai melihat Indonesia sebagai lokasi strategis dalam menyimpan data.

“Ini adalah tempat strategis. Dari sini mereka bisa menempatkan data untuk Asia dan Asia Tenggara, di mana saja mereka inginkan,” kata Krishna dalam acara media gathering eksklusif di fasilitas data center CGK11, Rabu (22/4/2026).

Sementara itu, Director Business & Commercial Digital Realty Bersama Andha Yudha Permana, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang potensial, dengan sektor perbankan sebagai target utama para pemain data center.

Industri perbankan diwajibkan untuk menyimpan data mereka di dalam negeri, sehingga membutuhkan infrastruktur data center yang letaknya dekat dengan kantor cabang.

“Regulasi dari OJK dan bank sentral mengharuskan perusahaan yang beroperasi di Indonesia untuk menempatkan data mereka di dalam negeri,” ujar Yudha.

Di sisi lain, pengembangan data center juga menghadapi tantangan dari keterbatasan infrastruktur lama dan risiko operasional. Yudha mencontohkan salah satu perusahaan internet besar di gedung Cyber One telah mengelola bandwidth hingga 14 terabit per detik, yang menunjukkan kapasitasnya hampir mencapai batas maksimal.

Penggunaan gedung lama juga dinilai berisiko, terutama karena faktor usia bangunan. Dia juga menyinggung adanya insiden berbahaya yang terjadi sekitar lima tahun lalu di gedung tersebut, yang menjadi pengingat pentingnya infrastruktur yang lebih modern dan andal.

Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, Digital Realty Bersama menjalin kemitraan dengan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) guna memperkuat konektivitas di data center mereka.

“Salah satu cloud terbesar yang diberikan juga sudah ada di sini. Jadi, mereka bisa menjual ke pelanggan di sini,” jelas Yudha.

Data center memiliki peran penting dalam mendukung digitalisasi di Indonesia, baik untuk sektor swasta maupun pemerintah. Di tingkat regional, Indonesia juga semakin dipandang sebagai pasar strategis dalam ekonomi digital Asia.

Sebagai perbandingan, Singapura saat ini membatasi pembangunan data center baru karena keterbatasan sumber daya seperti listrik dan air. Kondisi ini justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi dan memperkuat posisinya sebagai hub data center di kawasan. (Nur Amalina)

#indonesia-data-center #data-center-hub #singapura-moratorium-data #digital-realty-indonesia #data-center-asia #indonesia-listrik-besar #indonesia-lahan-luas #indonesia-pasokan-air #data-center-strateg

https://teknologi.bisnis.com/read/20260422/101/1968602/letak-indonesia-strategis-peluang-jadi-hub-data-center-asia-terbuka-lebar