Laba Bank SulutGo Tumbuh 24,9% pada Kuartal I/2026, Ditopang Efisiensi dan Margin

Laba Bank SulutGo Tumbuh 24,9% pada Kuartal I/2026, Ditopang Efisiensi dan Margin

Laba bersih Bank SulutGo tumbuh 24,9% menjadi Rp123,80 miliar pada kuartal I/2026, didorong efisiensi operasional dan margin bunga bersih yang kuat.

(Bisnis.Com) 24/04/26 16:45 201920

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo) mencatatkan laba bersih sebesar Rp123,80 miliar pada kuartal I/2026, tumbuh 24,9% dibandingkan Rp99,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp352,98 miliar, naik dari Rp327,76 miliar.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) juga tetap terjaga di level tinggi, yakni 7,18%, mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Bank SulutGo dalam menghasilkan pendapatan dari aktivitas intermediasi.

Dari sisi operasional, efisiensi menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan kinerja. Hal ini tercermin dari penurunan rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) menjadi 57,29% dari sebelumnya 64,89%.

Sejalan dengan itu, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga membaik ke level 73,45% dari 79,23%, yang turut mendorong peningkatan laba operasional menjadi Rp161,43 miliar dibandingkan Rp128,97 miliar pada tahun sebelumnya.

Pada fungsi intermediasi, penyaluran kredit tercatat stabil di kisaran Rp16,56 triliun, menunjukkan konsistensi bank dalam menjaga pertumbuhan pembiayaan secara terukur.

Dari sisi likuiditas, posisi bank tetap kuat dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 234%, jauh di atas ketentuan minimum, sehingga memberikan bantalan yang memadai dalam menghadapi potensi tekanan jangka pendek.

#bank-sulutgo #laba-bank-sulutgo #pertumbuhan-laba-bank #pendapatan-bunga-bersih #margin-bunga-bersih #efisiensi-bank #rasio-biaya-pendapatan #biaya-operasional-pendapatan #penyaluran-kredit-bank #liku

https://finansial.bisnis.com/read/20260424/90/1969126/laba-bank-sulutgo-tumbuh-249-pada-kuartal-i2026-ditopang-efisiensi-dan-margin