BNI Raup Laba Bersih Rp 5,68 Triliun pada Kuartal I 2026, Tumbuh 5,04 Persen
BNI mencatat laba bersih Rp 5,68 triliun di Kuartal I 2026, tumbuh 5,04%. Didukung bisnis sehat, aset kuat, dan pengelolaan risiko disiplin. Kinerja positif!
(Kompas.com) 29/04/26 11:33 206413
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 5,68 triliun sepanjang Kuartal I 2026.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian ini dihasilkan dari kombinasi pertumbuhan bisnis yang sehat.
"BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, laba bersih emiten berkode BBNI pada periode ini meningkat sekitar 5,04 persen dibandingkan Kuartal I 2025 sebesar Rp 5,41 triliun.
Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menambahkan, laba bersih tersebut diperoleh dari peningkatan pendapatan bunga bersih dan pendapatan non-bunga dan kualitas aset yang semakin resilien.
Adapun pendapatan non-bunga perseroan pada periode ini tumbuh 12,6 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang didorong peningkatan fee dari transaksi pada platform digital. Perolehan pendapatan non-bunga itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,1 persen (yoy) menjadi Rp 11,02 triliun.
Kinerja yang positif ini mendukung pencapaian Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) Rp 9,3 triliun, yang merupakan pencapaian tertinggi apabila dibandingkan dengan Kuartal I pada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara dari sisi aset, perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,75 persen menjadi Rp 1,42 triliun dari Rp 1,36 triliun pada Kuartal I 2025.
Kualitas aset juga terjaga dengan baik dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) membaik menjadi 1,9 persen, Loan at Risk berada di level 8,6 persen atau sudah lebih baik dari level sebelum pandemi, dan credit cost di level 1,1 persen sesuai dengan guidance.
Fundamental keuangan BNI juga tetap terjaga kuat, tecermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5 persen serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) di level 18,5 persen atau jauh di atas ketentuan regulator.
"Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin," tutur Paolo.
Dia mengungkapkan bahwa kinerja keuangan BNI tumbuh positif dan seimbang, ditopang oleh keberhasilan perseroan dalam memperkuat basis dana murah (CASA) yang semakin solid.
Struktur pendanaan yang kuat ini menjadi enabler bagi ekspansi kredit, sekaligus menjaga efisiensi biaya dana dan mengindikasikan adanya peningkatan pangsa pasar di tengah kompetisi likuiditas yang ketat. Pencapaian dana pihak ketiga (DPK) yang kuat menjadi salah satu penopang utama kinerja keuangan BNI sepanjang kuartal I 2026.
Pertumbuhan dana murah (CASA) BNI mencapai 26,6 persen YoY menjadi Rp 731,6 triliun pada Maret 2026, ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 39,7 persen YoY dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 10,4 persen YoY.
Hal tersebut dicapai dari upaya setiap lini bisnis terutama kinerja cabang yang didukung oleh platform digital channel BNIdirect dan wondr by BNI.
Platform digital turut menjadi pendorong utama dalam memperkuat pertumbuhan tersebut. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 13 juta dengan tingkat engagement yang meningkat signifikan, berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan tabungan ritel.
Sementara itu, platform BNIdirect juga mencatat pertumbuhan pengguna dan nilai transaksi lebih dari 16 persen YoY, yang berperan dalam memperkuat dana giro korporasi serta meningkatkan efisiensi layanan bagi segmen bisnis.
Penguatan pertumbuhan CASA mendorong penyaluran kredit yang mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang sehat sebesar 20,1 persen YoY menjadi Rp 919,3 triliun pada Maret 2026.
Penyaluran kredit ini tumbuh seimbang di sisi business banking dan consumer ritel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Struktur pendanaan yang tumbuh solid dan ekspansi kredit yang sehat menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,1 persen YoY.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kinerja-keuangan #laba-bersih-bni #pertumbuhan-aset #npl-bni