BRMP Kalsel tanam perdana PM-AAS percepat modernisasi pertanian
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan (BRMP Kalsel) pada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian ...
(Antara) 30/04/26 16:19 207791
Penanaman ini menandai dimulainya penerapan model pertanian modern berbasis teknologi tinggi di lahan rawa Kalimantan Selatan,
Marabahan (ANTARA) - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan (BRMP Kalsel) pada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian melaksanakan tanam perdana program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Murung Keramat, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala, Kamis.
"Penanaman ini menandai dimulainya penerapan model pertanian modern berbasis teknologi tinggi di lahan rawa Kalimantan Selatan," kata Kepala BRMP Kalimantan Selatan Dr. Wahida Annisa Yusuf saat memimpin penanaman.
Dia menjelaskan, program PM-AAS merupakan inisiatif Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang diadopsi dari teknologi pertanian modern di negara bagian Arkansas, Amerika Serikat.
Menteri Pertanian telah menugaskan 15 BRMP tingkat provinsi di seluruh Indonesia untuk melaksanakan demplot PM-AAS, termasuk Kalimantan Selatan.
Di Kalsel, kegiatan PM-AAS tersebar di dua kabupaten, yakni Barito Kuala dan Tabalong.
"Barito Kuala dipilih sebagai lokus utama karena mewakili karakteristik lahan rawa yang khas," ujar Wahida.
Sebelum diterapkan di Kalsel, model PM-AAS telah diuji coba di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dan berhasil mencatatkan produktivitas hingga 10,4 ton per hektare jauh melampaui rata-rata produksi padi nasional.
Populasi tanaman meningkat dua hingga tiga kali lipat lantaran PM-AAS memiliki sejumlah keunikan teknis yang membedakan dari metode pertanian konvensional.
Wahida menjelaskan, sistem ini menggunakan metode tanam benih langsung (tabela) dengan pola tanam rapat, namun tetap mempertahankan sistem jajar legowo untuk menjamin sirkulasi cahaya dan udara yang optimal.
Dengan pendekatan ini, populasi tanaman per satuan luas dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan metode tanam biasa.
Dosis pemupukan pun ditingkatkan hingga 1,5 kali lipat dari standar rekomendasi yang berlaku.
Selain aspek teknis budidaya, PM-AAS juga menekankan peningkatan efisiensi, mekanisasi, pertanian presisi, serta pengelolaan berbasis korporasi sebagai ciri khasnya.
Wahida berharap tanam perdana ini menjadi titik awal percepatan transformasi pertanian di lahan rawa Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi model replikasi bagi wilayah-wilayah lain dengan karakteristik lahan serupa di seluruh Indonesia.
Penanaman perdana PM-AAS secara simbolis kali ini dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Kalimantan Selatan dan didampingi oleh Kepala Distan TPH Kabupaten Barito Kuala, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Manajer Wilayah Kalsel Pupuk Indonesia, serta perwakilan BBPP Binuang.
Kepala Distan TPH Kabupaten Barito Kuala, Dr Wahyu Wiguna menyatakan dukungan penuh pihaknya terhadap penerapan teknologi PM-AAS di wilayahnya.
Ia menegaskan, adopsi teknologi tetap akan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lokal.
"Kami mendukung penuh program PM-AAS ini. Namun penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar hasilnya optimal dan berkelanjutan," kata Wahyu.

Pewarta: Firman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
#brmp-kalsel #balai-besar-penerapan-modernisasi-pertanian #pm-aas #pertanian-modern-advanced-agriculture