Linimasa Perjalanan PT Krakatau Osaka Steel: Dari Optimisme Hingga Tekanan Beruntun
PT Krakatau Osaka Steel akan menghentikan produksi pada 30 April 2026 setelah menghadapi tekanan pasar dan kebijakan, meski awalnya optimis dengan pertumbuhan industri baja.
(Bisnis.Com) 03/05/26 11:10 209478
Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan Osaka Steel Co Ltd menghentikan produksi PT Krakatau Osaka Steel (KOS) pada 30 April 2026,menjadi penutup perjalanan panjang kerja sama strategis dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS).
Proyek yang semula dibangun di atas optimisme pertumbuhan industri baja nasional tersebut pada akhirnya harus menghadapi realitas tekanan pasar, perubahan kebijakan, hingga tantangan struktural yang berujung pada penghentian operasi.
Langkah penghentian ini bukan keputusan mendadak. Osaka Steel sebelumnya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja KOS yang dalam beberapa tahun terakhir terus tertekan.
Berikut linimasa perjalanan KOS dari awal berdiri hingga penutupan:
2012: Awal Kemitraan dan Keyakinan Pasar
PT KOS didirikan pada Desember 2012 untuk memproduksi dan memasarkan produk baja profil, baja tulangan, dan flat bar di Indonesia, dengan kemitraan yang kuat. Sejak itu, Osaka Steel Co Ltd bersama PT Krakatau Steel Tbk mendiskusikan detail perjanjian (term and condition) yang menguntungkan kedua pihak.
Corporate Secretary PT KS Iip A Budiman saat itu mengatakan, kerja sama usaha patungan ini didasari keyakinan bahwa pasar baja di Indonesia diproyeksikan terus bertumbuh dalam jangka menengah dan panjang. Tujuan dari usaha patungan ini adalah untuk memenuhi permintaan terhadap produk baja sebagai hasil dari pembangunan proyek-proyek konstruksi.
2014-2016: Penguatan Komitmen Hingga Groundbreaking
Perjanjian definitif pembentukan usaha patungan ini diteken Presiden Direktur PTKS Irvan K Hakim bersama Presiden Direktur Osaka Steel Co Ltd Junji Uchida, di Jakarta, Selasa, (2/9/2014) dan berlaku efektif pada hari Jumat (5/9/2014). Kedua pihak menyepakati pengembangan bisnis baja profil, baja tulangan, dan flat bar dengan skema kepemilikan yang didominasi Osaka Steel.
Proyek pembangunan pabrik KOS dimulai melalui peletakan batu pertama di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, pada 19 Mei 2015. Fasilitas ini berdiri di atas lahan 21,6 hektare dengan nilai investasi sekitar US$220 juta dan modal disetor US$70 juta.
Pada fase ini, optimisme tercermin dari proyeksi pasar, yakni kebutuhan baja tulangan diperkirakan naik dari 2 juta ton menjadi 3,2 juta ton setiap tahunnya, dalam lima tahun terakhir. Sementara baja profil siku meningkat dari 1 juta ton menjadi 1,6 juta ton.
2017: Mulai Operasi Komersial
KOS mulai beroperasi secara komersial pada awal 2017 dengan target penjualan 500.000 ton per tahun. Produk utama yang dipasok meliputi baja profil kecil hingga menengah dan baja tulangan untuk pasar domestik.
Ekspansi ini menjadi langkah strategis pertama Osaka Steel di luar Jepang, sekaligus memperkuat posisi Krakatau Steel dalam memenuhi kebutuhan baja nasional.
2022–2025: Tekanan Beruntun
Setelah beberapa tahun beroperasi, KOS mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba pada 2021, seiring masih kuatnya permintaan baja domestik. Namun, sejak 2022, kinerja mulai tertekan dan perusahaan terus mencatatkan kerugian. Persaingan yang meningkat dan penyusutan margin menjadi tantangan utama.
Situasi memburuk pada awal 2025 ketika pemerintah melakukan efisiensi anggaran infrastruktur. Dampaknya, permintaan baja turun tajam, volume penjualan merosot, dan arus kas bebas (free cash flow) berada dalam tekanan berkepanjangan.
"Akibatnya, volume penjualan mengalami penurunan signifikan dan di tengah meningkatnya persaingan, margin keuntungan pun menyusut. Kondisi ini menyebabkan FCF [free cash flow] struktural terus berada pada posisi negatif sehingga kami melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kelangsungan usaha KOS," ujar Direktur Utama dan Presiden Osaka Steel Junichi Tani dalam pengumuman resmi pada Januari lalu.
2026: Penghentian Operasi dan Penarikan Diri
Setelah evaluasi menyeluruh, Osaka Steel memutuskan menghentikan produksi KOS pada 30 April 2026. Pengiriman produk dijadwalkan berakhir pada 30 Juni 2026 sebagai bagian dari proses penutupan usaha.
Tani mengatakan, sulit bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan yang stabil melalui kelanjutan usaha KOS. Oleh karena itu, Osaka Steel telah memutuskan untuk menarik diri dari bisnis di Indonesia dan menghentikan kegiatan usaha KOS.
#berikut-adalah-daftar-short-keyword-seo-yang-relevan-dengan-artikel-yang-diberikan-krakatau-osaka-steel #penghentian-produksi #industri-baja-nasional #kemitraan-strategis #pasar-baja-indonesia #proyek