Pabrik Hoi Fu Paper Packaging di KEK Kendal Diharap Pacu Investasi
Pabrik Hoi Fu Paper Packaging di KEK Kendal diharapkan memacu investasi Rp1,12 triliun, menyerap 1.000 tenaga kerja lokal, dan memperkuat ekonomi Jawa Tengah.
(Bisnis.Com) 03/05/26 21:27 209721
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mempercepat realisasi investasi untuk menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja. Upaya tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik PT Hoi Fu Paper Packaging di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal akhir pekan lalu.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan pemerintah tidak hanya mendorong masuknya investasi, tetapi juga memperkuat pengawasan agar realisasinya berjalan efektif dan berdampak langsung pada ekonomi nasional.
“Di tengah konflik dan dinamika global yang semakin kompleks, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mengawasi dan mengawal investasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penguatan koordinasi, berbagai kendala di lapangan dapat segera direspons,” ujar Susiwijono dikutip, Minggu (3/5/2026).
Investasi pabrik kemasan kertas tersebut mencapai sekitar Rp1,12 triliun. Perusahaan memproyeksikan penyerapan tenaga kerja hingga 1.000 orang, dengan sekitar 95% berasal dari tenaga kerja lokal. Rekrutmen dilakukan bertahap dalam tiga fase, yakni 300 pekerja pada tahap awal, kemudian 500 pekerja, dan 200 pekerja pada tahap akhir.
Selain penyerapan langsung, kehadiran industri ini juga diperkirakan memicu efek berganda bagi sektor pendukung, seperti logistik dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menilai investasi tersebut memperkuat posisi daerah sebagai penyangga ekonomi di Jawa Tengah. “Kami berharap kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Kinerja KEK dan Rencana Ekspansi
Kinerja KEK Kendal menunjukkan tren peningkatan. Hingga triwulan I 2026, realisasi investasi kumulatif di kawasan tersebut mencapai Rp101,93 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 117.941 orang. Capaian ini mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9,00 persen secara year on year serta berkontribusi sekitar 24,33 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.
Dari sisi efisiensi, Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Kabupaten Kendal tercatat sebesar 3,92. Angka ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk relatif efisien dalam menghasilkan output ekonomi.
Susiwijono, yang juga menjabat Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan ekspansi kawasan seluas 1.000 hektare. Rencana ini didorong oleh tingkat utilisasi lahan KEK Kendal yang hampir mencapai 100 persen.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK. Dukungan dari pemerintah daerah, provinsi, dan kementerian/lembaga menjadi kunci agar pengembangan kawasan berjalan optimal,” ujarnya.
#investasi-pabrik #kek-kendal #hoi-fu-paper #kemasan-kertas #pertumbuhan-ekonomi #lapangan-kerja #tenaga-kerja-lokal #efek-berganda #sektor-pendukung #ekonomi-lokal #investasi-kumulatif #produk-domesti