Inflasi Bali Rendah di Tengah Tekanan Global, Begini Penjelasan BPS

Inflasi Bali Rendah di Tengah Tekanan Global, Begini Penjelasan BPS

Inflasi Bali April 2026 rendah di 2,08% meski tekanan global, dipengaruhi deflasi kelompok makanan dan kesehatan. Komoditas utama inflasi: beras, minyak goreng.

(Bisnis.Com) 04/05/26 15:32 210511

Bisnis.com, DENPASAR – InflasiProvinsi Bali tercatat sebesar 2,08% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,02 pada April 2025 menjadi 112,03 pada April 2026.

Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) April 2026 tercatat inflasi sebesar 0,92%, sedangkan inflasi bulanan (m-to-m) tercatat inflasi sebesar 0,01%.

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan inflasi Bali pada April 2026 tercatat relatif rendah walaupun di tengah situasi global seperti perang Amerika Serikat-Iran yang berdampak ke naiknya harga BBM jenis tertentu. Secara pengeluaran kelompok makanan, minuman dan tembakau (akamamin) mengalami deflasi 0,66% (mtm) dengan andil 0,20%.

"Inflasi pada April 2026 rendah secara bulanan (mtm) karena kelompok akmamin, kemudian kelompok perumahan, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rumah tangga dan kelompok kesehatan mengalami deflasi," jelas jelas Hendrayana, Senin (4/5/2026).

Komoditas yang memberi andil inflasi secara (mtm) yakni angkutan udara, beras, minyak goreng, canang sari, nasi dengan lauk, tomat, bawang merah, dan jeruk. Sedangkan komoditas yang memberi andil terhadap deflasi yakni cabai rawit, daging ayam ras, sawi hijau, buncis, emas perhiasan, tarif angkutan antar kota, tongkol diawetkan, daging babi, dan bawang putih.

Sedangkan secara tahunan terjadi karena naiknya harga komoditas-komoditas amatan yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada seluruh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 2,04%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,39%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,19%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,06%.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 1,56%, kelompok transportasi sebesar 2,58%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,15% kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,15% kelompok pendidikan sebesar 3,09%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,99%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,02%.

Pada April 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi (yoy), yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,65%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04%, kelompok kesehatan sebesar 0,04%, kelompok transportasi sebesar 0,28%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06%, kelompok pendidikan sebesar 0,21%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,19% serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29%.

"Sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tidak signifikan memberikan sumbangan inflasi," kata Hendrayana.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi (yoy) pada April 2026 antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, beras, sewa rumah, tarif angkutan udara, pemeliharaan/service, biaya sekolah menengah atas, sigaret putih mesin (SPM), sigaret kretek mesin (SKM), minyak goreng, tarif air minum PAM, tarif parkir, bimbingan belajar, telur ayam ras, mobil, nasi dengan lauk, sigaret kretek tangan (SKT), tomat, upah asisten rumah tangga, dan kue basah.

Sementara itu, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi, antara lain daging babi, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, bensin, bayam, shampo, cabai merah, pisang, dan buku tulis bergaris.

#inflasi-bali #inflasi-rendah #bps-bali #ihk-bali #inflasi-tahunan #inflasi-bulanan #kelompok-pengeluaran #deflasi-bali #komoditas-inflasi #komoditas-deflasi #harga-bbm #perang-as-iran #harga-makanan-b

https://bali.bisnis.com/read/20260504/537/1971178/inflasi-bali-rendah-di-tengah-tekanan-global-begini-penjelasan-bps