Efek Lebaran, Perjalanan Wisnus Melonjak, Turis India Kian Lirik Bali

Efek Lebaran, Perjalanan Wisnus Melonjak, Turis India Kian Lirik Bali

Perjalanan wisatawan domestik naik 13,14% pada awal 2026 karena Lebaran, sementara turis India semakin tertarik ke Bali, naik 3,90% dibanding tahun lalu.

(Bisnis.Com) 04/05/26 21:59 210981

Bisnis.com, JAKARTA — Mobilitas wisatawan domestik pada awal 2026 melonjak signifikan, didorong momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) secara kumulatif mencapai 319,51 juta perjalanan pada periode Januari–Maret 2026.

“Jumlah perjalanan wisnus hingga Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan. Angka ini meningkat sebesar 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c),” ungkap Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Secara bulanan, jumlah perjalanan wisnus pada Maret 2026 mencapai 126,34 juta perjalanan. Angka ini naik 38,63% dibandingkan Februari 2026 (month-to-month/mtm) dan meningkat 42,10% dibandingkan Maret 2025 (year-on-year/yoy).

Amalia menjelaskan, lonjakan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026. Pemerintah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

Pada periode arus mudik (H-8 hingga H+2), mobilitas keberangkatan wisnus mencapai 62,84 juta pergerakan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 57,57 juta pergerakan. Sementara itu, pada periode arus balik (H+3 hingga H+10), mobilitas kepulangan wisnus tercatat 53,85 juta pergerakan, meningkat dari 48,47 juta pergerakan pada 2025.

Sinyal positif juga datang dari wisatawan mancanegara (wisman). Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan, atau naik 10,50% dibandingkan Maret 2025.

“Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwiulan I 2026 mencapai US$1.345,61, dengan rata-rata lama tinggal 10,84 malam,” jelas Amalia.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan, atau meningkat 8,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c).

Berdasarkan kebangsaan, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi dengan 186,53 ribu kunjungan (17,14%), diikuti Australia 130,72 ribu kunjungan (12,01%), dan Singapura 102,82 ribu kunjungan (9,45%).

BPS juga mencatat peningkatan kunjungan wisatawan asal India, terutama ke Bali. Sepanjang Januari–Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan India mencapai 157,10 ribu kunjungan, naik 3,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan, jumlah kunjungan wisatawan India mencapai 53,80 ribu kunjungan pada Maret 2026, meningkat 1,26% dibandingkan Februari 2026. Wisatawan tersebut rata-rata menghabiskan waktu di Indonesia selama 7,02 malam.

“Pada Maret 2026, total kunjungan wisatawan asal India ke Indonesia tercatat sejumlah 53,80 ribu kunjungan, dan sebagian besar masuk melalui bandar udara Ngurah Rai, sebesar 42,46 ribu kunjungan atau 78,92% dari total wisatawan asal India yang masuk ke Indonesia,” ungkap Amalia.

Adapun pangsa wisatawan asal India mencapai 4,94% dari total kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2026.

#wisatawan-domestik #perjalanan-wisnus #lebaran-2026 #wisatawan-nusantara #mobilitas-masyarakat #arus-mudik #arus-balik #wisatawan-mancanegara #kunjungan-wisman #pengeluaran-wisman #wisatawan-malaysia #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260504/12/1971318/efek-lebaran-perjalanan-wisnus-melonjak-turis-india-kian-lirik-bali