Piutang Adira Finance Capai Rp64,7 Triliun, Naik 18% per Maret 2026

Piutang Adira Finance Capai Rp64,7 Triliun, Naik 18% per Maret 2026

Piutang Adira Finance naik 18% menjadi Rp64,7 triliun per Maret 2026, didorong oleh peningkatan pembiayaan baru dan strategi perluasan basis pelanggan.

(Bisnis.Com) 06/05/26 12:09 212897

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mencatat piutang yang dikelola perusahaan hingga 31 Maret 2026 sebesar Rp64,7 triliun.

Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan nilai itu meningkat sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan pembiayaan baru Perusahaan, yang didukung oleh permintaan pembiayaan yang tetap terjaga, baik pada segmen otomotif maupun non-otomotif,” ucapnya kepada Bisnis, Selasa (5/5/2026).

Dilanjutkan Gani, pertumbuhan piutang pembiayaan juga didorong oleh strategi perusahaan dalam memperluas basis pelanggan, memperkuat kerja sama dengan mitra bisnis, serta mengoptimalkan jaringan usaha untuk menjangkau kebutuhan pembiayaan masyarakat secara lebih luas.

Akan tetapi, tegasnya, pertumbuhan tetap dilakukan secara selektif dengan memperhatikan kualitas portofolio dan prinsip kehati-hatian.

Secara terperinci, dia turut mengungkapkan berdasarkan jenis pembiayaan, segmen multiguna masih menjadi salah satu kontributor utama terhadap pertumbuhan pembiayaan Perusahaan. Per Maret 2026, pembiayaan multiguna berkontribusi sekitar 54% terhadap total pembiayaan baru Perusahaan.

“Pertumbuhan pada segmen ini didukung oleh kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang lebih fleksibel, khususnya untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif, dengan tetap memperhatikan kemampuan bayar konsumen dan kualitas pembiayaan,” katanya.

Oleh sebab itu, dengan melihat pertumbuhan pembiayaan baru hingga kuartal I/2026, Adira Finance berharap momentum pertumbuhan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.

“Dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian, Perusahaan akan berupaya mendorong pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kondisi ekonomi,” tegas Gani.

Kendati begitu, dia turut menyampaikan beberapa hal seperti dinamika kondisi ekonomi global dan domestik, daya beli masyarakat, perkembangan industri otomotif masih menjadi tantangan bagi industri pembiayaan.

“Oleh karena itu, Perusahaan akan terus menjalankan strategi pertumbuhan yang selektif, memperkuat proses underwriting dan collection, serta menjaga kualitas portofolio agar pertumbuhan piutang pembiayaan tetap berjalan secara prudent dan berkualitas,” ujarnya.

Lebih jauh, Adira Finance menilai pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 1,01% YoY pada Februari 2026 sebagai sinyal awal yang positif bagi industri pembiayaan.

Dikatakan Gani, meski pertumbuhannya masih moderat, tren ini mengindikasikan adanya perbaikan permintaan pembiayaan secara bertahap, sejalan dengan mulai membaiknya aktivitas konsumsi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat.

“Bagi Adira Finance, kondisi ini menjadi momentum untuk terus mendorong pertumbuhan pembiayaan secara selektif dan berkualitas. Kami tetap berfokus pada prinsip kehati-hatian melalui penerapan underwriting yang prudent serta penguatan proses penagihan, agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan seimbang dengan kualitas aset yang tetap terjaga,” tutupnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#adira-finance #piutang-adira #adira-finance-2026 #pertumbuhan-piutang #pembiayaan-baru #segmen-otomotif #segmen-non-otomotif #basis-pelanggan #mitra-bisnis #pembiayaan-multiguna #kebutuhan-pembiayaan #n-a

https://finansial.bisnis.com/read/20260506/89/1971764/piutang-adira-finance-capai-rp647-triliun-naik-18-per-maret-2026