IHSG Dibuka Menguat Tembus 7.178, Saham BREN, DSSA hingga TLKM Melesat

IHSG Dibuka Menguat Tembus 7.178, Saham BREN, DSSA hingga TLKM Melesat

IHSG menguat ke 7.178,35 didorong saham BREN, DSSA, TLKM. Sentimen positif bursa global dan regional mendukung, namun waspadai potensi koreksi.

(Bisnis.Com) 07/05/26 09:10 213914

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 7.178,35 pada Kamis (7/5/2026). Penguatan ini seturut dengan kenaikan sejumlah saham big caps, antara lain BREN, DSSA, hingga TLKM.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melonjak 1,21% atau 85,89 poin ke 7.178,35 hingga pukul 09.05 WIB. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level terendah 7.160,78 dan sempat ke posisi 7.184,07.

Tercatat, sebanyak 367 saham menguat, lalu 149 saham terkoreksi, dan 178 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp12.890,89 triliun.

Saham big caps yang tumbuh paling tinggi antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terapresiasi 4,25% menjadi Rp5.025 dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) tumbuh 3,04% ke level Rp1.525.

Selain itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga menguat 2,76%, disusul saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) naik 2,35%, dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) tumbuh 2%.

Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Batavia Prosperindo Trans Tbk. (BPTR) yang melonjak sebesar 25,88% ke level Rp107, sementara PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) tumbuh 20% menjadi Rp240 per saham.

Adapun posisi top losers ditempati PT Tunas Alfin Tbk. (TALF) yang turun 10,18% menjadi Rp750, dan PT Ricky Putra Globalindo Tbk. (RICY) membukukan kontraksi sebesar 9,52% menuju level Rp114 per saham.

Hari ini, IHSG diproyeksikan diproyeksikan bergerak menguat untuk menguji level resistance penting. Sentimen positif dari penguatan signifikan bursa global dan regional menjadi katalis utama bagi laju indeks domestik.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa IHSG berpotensi mencoba untuk menembus ambang break resistance pada rentang 7.100 hingga 7.150. Meskipun demikian, investor diminta tetap waspada terhadap potensi koreksi jika indeks gagal bertahan di level tersebut.

“IHSG berpotensi akan mencoba tes break resistance di 7.100—7.150. Hati-hati jika gagal break, masih berpotensi koreksi kembali ke 6.850—7.000,” pungkas Fanny dalam publikasi riset harian, Kamis (7/5/2026).

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,5%, meski masih diiringi aksi jual bersih investor asing Rp484 miliar. Sejumlah saham blue chip seperti BMRI, BBCA, hingga TPIA menjadi sasaran utama aksi jual asing.

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di 6.950—7.000, sementara level resistance dipatok pada 7.100—7.150.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-menguat #saham-big-caps #bren-saham #dssa-saham #tlkm-saham #ihsg-7-178 #ihsg-resistance #ihsg-support #saham-top-gainers #saham-top-losers #ihsg-proyeksi #ihsg-analisis #ihsg-hari-ini #ihsg-brea

https://market.bisnis.com/read/20260507/7/1972012/ihsg-dibuka-menguat-tembus-7178-saham-bren-dssa-hingga-tlkm-melesat