Princeton Digital Siapkan Dana Rp7,79 Triliun, Kembangkan Pusat Data di Indonesia

Princeton Digital Siapkan Dana Rp7,79 Triliun, Kembangkan Pusat Data di Indonesia

Princeton Digital Group menginvestasikan US$856 juta untuk mengembangkan pusat data hyperscale di Indonesia, memperkuat posisi negara ini dalam industri data center Asia Tenggara.

(Bisnis.Com) 07/05/26 11:11 214146

Bisnis.com, JAKARTA — Arus investasi pusat data hyperscale di Indonesia kian deras seiring lonjakan kebutuhan infrastruktur digital dan ekspansi agresif perusahaan teknologi global di Asia Tenggara. Princeton Digital Group (PDG) terbaru menghimpun pendanaan sekitar US$856 juta untuk memperbesar kapasitas pusat data hyperscale di Indonesia.

Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan kampus pusat data JC3 berkapasitas 120 megawatt (MW), sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pasar strategis industri pusat data atau data center di kawasan.

Pendanaan terdiri atas fasilitas sindikasi sebesar US$456 juta setara Rp7,79 triliun (kurs Rp17.100 per dolar AS) yang sepenuhnya dijamin oleh konsorsium lima bank internasional, yakni DBS, HSBC, Maybank, SMBC, dan Standard Chartered. Selain itu, terdapat tambahan fasilitas pembiayaan sekitar US$400 juta yang masih dalam proses.

Skema pembiayaan disusun berdasarkan Green Finance Framework milik PDG dan disebut menjadi salah satu pinjaman hijau terbesar di Asia untuk sektor pusat data.

Chairman, CEO, dan Cofounder PDG Rangu Salgame mengatakan keberhasilan pendanaan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan global terhadap prospek industri pusat data di Indonesia.

“Indonesia merupakan pasar kunci dalam portofolio kami, yang mana permintaan terhadap kapasitas pusat data berkualitas tinggi terus meningkat pesat,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, ekspansi perusahaan hyperscaler global di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap operator pusat data yang mampu menghadirkan kapasitas besar dengan standar internasional dan kecepatan pembangunan tinggi.

“Seiring ekspansi perusahaan hyperscaler di dalam negeri, mereka membutuhkan mitra yang mampu menghadirkan solusi dalam skala besar dengan kecepatan, kepastian, dan standar global,” katanya.

Penguatan investasi ini memperlihatkan Indonesia semakin dipandang sebagai salah satu tujuan utama foreign direct investment (FDI) di sektor ekonomi digital, khususnya infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan.

Saat ini, PDG telah memiliki portofolio pusat data sebesar 400 MW di Indonesia. Perusahaan juga tengah memperluas jejak operasional melalui pengembangan proyek JC3, peluncuran JC4, investasi energi terbarukan, serta penguatan konektivitas digital.

Secara regional, total portofolio PDG telah melampaui 1,8 gigawatt (GW) yang tersebar di tujuh negara Asia.

Masuknya pembiayaan jumbo dari perbankan global ke proyek pusat data di Indonesia memperlihatkan meningkatnya keyakinan investor internasional terhadap prospek pertumbuhan ekonomi digital domestik, terutama di tengah percepatan adopsi cloud, AI, dan layanan digital berbasis data.

#princeton-digital #pusat-data-indonesia #investasi-pusat-data #hyperscale-indonesia #pengembangan-pusat-data #pendanaan-us-856-juta #kampus-pusat-data-jc3 #green-finance-framework #pinjaman-hijau-asia

https://teknologi.bisnis.com/read/20260507/101/1972079/princeton-digital-siapkan-dana-rp779-triliun-kembangkan-pusat-data-di-indonesia