KTT ASEAN ke-48 Soroti Dampak Perang Timur Tengah pada Ekonomi Kawasan

KTT ASEAN ke-48 Soroti Dampak Perang Timur Tengah pada Ekonomi Kawasan

Pada KTT Asean ke-48 di Filipina, Presiden Marcos Jr. menyoroti dampak konflik Timur Tengah pada Asia Tenggara, menekankan perlunya respons Asean yang bersatu dan inovatif.

(Bisnis.Com) 08/05/26 16:04 215752

Bisnis.com, JAKARTA — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 Asean digelar dengan Filipina sebagai tuan rumah. Presiden Filipina Ferdinand \'Bongbong\' Marcos Jr. menjelaskan bahwa gelaran KTT Asean kali ini berfokus pada dampak konflik Timur Tengah.

Dalam sambutannya di upacara pembukaan KTT Asean ke-48 di Cebu, Filipina pada hari ini, Jumat (8/5/2026), Marcos Jr mengatakan bahwa KTT Asean ke-48 digelar sebagai upaya menunjukkan kapasitas Asean dalam merespon dengan persatuan, kebijaksanaan, dan tekad di saat kawasan dihadapkan pada ketidakpastian.

"Negara-negara terus menavigasi lingkungan global yang semakin kompleks. Situasi yang semakin bergejolak di Timur Tengah telah berdampak pada kawasan kita, menantang kita untuk tetap gesit dalam menghadapi ketidakpastian," katanya.

Dia menjelaskan banyak warga negara di Asia Tenggara berharap kepada para pemimpinnya, bukan hanya untuk stabilitas, tetapi juga untuk jaminan dan harapan.

Marcos Jr pun menjelaskan bahwa selama beberapa bulan terakhir, masing-masing negara di Asia Tenggara harus melakukan penyesuaian untuk memodifikasi pendekatan menghadapi dampak konflik Timur Tengah.

"Jadi kita berkumpul sekarang untuk mempelajari penyesuaian tersebut guna menemukan pendekatan terbaik, untuk menghadapi masa depan bersama," ujarnya.

Dalam sesi Retreat KTT Asean ke-48, Marcos Jr pun menjelaskan bahwa gejolak geopolitik yang terjadi, di mana perang Timur Tengah antara Iran dengan AS-Israel mestinya mempererat kerja sama di kawasan, khususnya Asia Tenggara. Dia pun membeberkan bahwa perang tersebut telah memberikan dampak yang signifikan bagi kawasan.

"Di dunia yang semakin terhubung, ketidakstabilan di satu bagian dunia akan dengan cepat berdampak pada rantai pasokan, pasar keuangan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat kita," katanya.

Perang di Timur Tengah telah mengganggu ketersediaan dan harga minyak global. Sebab, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak global ditutup.

"Efek domino dari gangguan pasokan minyak pada berbagai sektor di negara kita telah memengaruhi cara kita menjalankan bisnis, cara kita bekerja, dan cara kita hidup," katanya.

Menurutnya, meski dampak dirasakan berbeda dari satu negara ke negara lain di Asean saat ini, tidak dapat disangkal bahwa gangguan akan berdampak pada masa depan.

Bahkan, dia menjelaskan jika ketegangan mereda tepat waktu, kerusakan pada infrastruktur penting, sistem vital, dan kepercayaan secara umum akan terus dirasakan selama bertahun-tahun mendatang.

Untuk itu, menurutnya respon yang efektif dan inovatif dibutuhkan, terutama dari KTT Asean ke-48. Di samping itu, menurutnya kesulitan-kesulitan saat ini menghadirkan peluang inheren untuk mencapai komunitas Asean yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berpusat pada rakyat.

#asean-ktt #konflik-timur-tengah #bongbong-marcos #dampak-konflik #ktt-asean-48 #filipina-tuan-rumah #geopolitik-timur-tengah #perang-iran-israel #rantai-pasokan-minyak #harga-minyak-global #selat-horm

https://kabar24.bisnis.com/read/20260508/19/1972410/ktt-asean-ke-48-soroti-dampak-perang-timur-tengah-pada-ekonomi-kawasan