
Baca Juga
Masuki Pasar Internasional, BRI Bantu UMKM Japamo Asal Papua Tampil di FHA 2026
Proses ini kemudian dilanjutkan melalui pelatihan ekspor yang membekali pelaku usaha dengan pemahaman terkait standar internasional, serta strategi penetrasi pasar.
Pemilik SALAKU, Shelly, mengungkapkan bahwa usaha ini dibangun melalui proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan produksi hingga membangun pemahaman pasar terhadap produk berbasis salak.
“Perjalanan ini dimulai dari nol, dengan segala keterbatasan yang ada. Proses produksi dilakukan secara sederhana, eksperimen dilakukan berulang kali, dan kegagalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan," ujarnya.
Namun, menurutnya, proses itulah yang membuat mereka menemukan kekuatan utama, yaitu inovasi yang konsisten dan keberanian untuk berbeda.
"Kami tidak hanya ingin membuat produk yang enak, tetapi juga menciptakan nilai baik dari sisi kualitas, keberlanjutan, maupun dampak sosial bagi petani dan komunitas sekitar,” katanya.
Seiring perkembangannya, SALAKU kini mampu memproduksi ribuan produk setiap bulan dengan produk unggulan seperti Browker Ori dan Cheese Sagu.
Produk tersebut dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari retail modern, toko oleh-oleh, marketplace, media sosial, hingga jaringan reseller, serta didukung pemanfaatan layanan transaksi digital BRI seperti EDC, QRIS, dan BRImo untuk memudahkan transaksi.
Pada ajang FHA 2026, SALAKU memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan produk melalui aktivitas sampling, edukasi, serta penjajakan kerja sama.
Interaksi langsung dengan buyer dan pelaku industri dari berbagai negara memberikan gambaran mengenai preferensi konsumen sekaligus membuka peluang ekspansi ke berbagai negara tujuan.
“Selama pameran, kami merasakan langsung bagaimana produk olahan salak yang sebelumnya dianggap niche ternyata memiliki daya tarik kuat di pasar luar negeri, terutama karena keunikan rasa dan konsep zero waste yang kami usung," ucapnya.
Dia menegaskan, interaksi dengan berbagai buyer, distributor, dan pelaku industri F&B dari berbagai negara juga dapat memperkaya insight terhadap tren dan kebutuhan pasar global.
Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y.S, menyampaikan bahwa langkah SALAKU menembus pasar internasional melalui ajang FHA 2026 mencerminkan potensi besarUMKM dalam menciptakan produk bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar global.
“SALAKU menjadi contoh bagaimana UMKM dapat berkembang melalui inovasi yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan pasar. Melalui proses kurasi dan pemberdayaan, BRI memastikan pelaku usaha tidak hanya siap dari sisi produk, tetapi juga memiliki kesiapan bisnis untuk masuk ke pasar internasional," tuturnya.
Ke depannya, BRI mengaku akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar global.
Editor: Rizqa Leony Putri