Cirebon Darurat Campak, 12.000 Anak Jadi Target Suntik Vaksin

Cirebon Darurat Campak, 12.000 Anak Jadi Target Suntik Vaksin

Cirebon tetapkan KLB campak, targetkan vaksinasi 12.221 anak. Vaksinasi baru capai 54,72%, pemerintah percepat imunisasi di 4 kecamatan terdampak.

(Bisnis.Com) 11/05/26 13:11 217696

Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon membidik 12.221 anak mengikuti vaksinasi campak menyusul penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di empat kecamatan.Hingga Jumat (8/5/2026), capaian imunisasi baru menyentuh 54,72% atau sekira separuh dari target yang ditetapkan.

Bupati CirebonImron Rosyadimengatakan percepatan vaksinasi menjadi langkah utama pemerintah daerah untuk menekan penyebaran campak yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Empat kecamatan yang masuk kategori KLB meliputi Mundu, Sumber, Greged, dan Ciwaringin.

“Saat ini ada empat kecamatan di Kabupaten Cirebon yang masuk kategori KLB campak. Karena itu vaksinasi harus terus digencarkan,” kata Imron, Senin (11/5/2026).

Menurut Imron, pemerintah daerah optimistis target vaksinasi dapat segera tercapai apabila seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam edukasi dan pelaksanaan imunisasi di lapangan.

Pemerintah juga meminta dukungan aparat desa, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat untuk mempercepat cakupan vaksinasi pada anak-anak.

“Target vaksinasi campak mencapai 12.221 anak. Mudah-mudahan target tersebut bisa segera tercapai sehingga Kabupaten Cirebon tetap sehat dan anak-anak kita terlindungi dari campak,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten CirebonEni Suhaenimengatakan pelaksanaan vaksinasi massal berlangsung sejak 4 Mei hingga 9 Mei 2026.

Setelah tahap tersebut selesai, Dinas Kesehatan akan melakukan sweeping untuk menjangkau balita yang belum menerima imunisasi.

Menurut Eni, petugas kesehatan tidak hanya membuka layanan vaksinasi di fasilitas kesehatan dan pos pelayanan, tetapi juga melakukan penyisiran langsung ke lingkungan warga.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat, termasuk balita yang sebelumnya sakit atau belum sempat hadir saat pelaksanaan vaksinasi massal.

“Setelah pelaksanaan vaksinasi selesai, kami melakukan sweeping untuk menyisir balita yang belum mendapatkan vaksin, termasuk yang sebelumnya sakit atau belum sempat hadir,” kata Eni.

Eni mengatakan keberhasilan pengendalian campak tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan.

Menurut dia, keterlibatan pemerintah desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga media massa menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap imunisasi.

“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk membantu percepatan vaksinasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain mengejar target vaksinasi, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan berupa masih adanya penolakan imunisasi dari sebagian orang tua. Untuk mengatasi hal tersebut, kader kesehatan diminta melakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat.

“Kami berharap para kader dan tokoh masyarakat terus memberikan edukasi secara humanis kepada orang tua yang masih menolak vaksinasi. Imunisasi sangat penting untuk melindungi anak-anak dari risiko penyakit yang lebih berat,” kata Eni.

#cirebon-campak #vaksinasi-campak #kejadian-luar-biasa #klb-campak #imunisasi-anak #percepatan-vaksinasi #cakupan-vaksinasi #target-vaksinasi #dinas-kesehatan-cirebon #sweeping-vaksinasi #vaksinasi-mas

https://bandung.bisnis.com/read/20260511/549/1972907/cirebon-darurat-campak-12000-anak-jadi-target-suntik-vaksin