Tabungan Emas jadi Motor Penggerak Fee Based Income BSI Awal 2026

Tabungan Emas jadi Motor Penggerak Fee Based Income BSI Awal 2026

BSI mencatat pertumbuhan fee based income 22,30% YoY di Q1 2026, didorong bisnis emas yang menyumbang Rp705 miliar, menjadikannya kontributor tertinggi.

(Bisnis.Com) 12/05/26 19:23 219373

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) atau BSI mencatatkan pertumbuhan signifikan pada segmen fee based income pada kuartal I/2026, didukung oleh bisnis emas perseroan.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menyampaikan, fee based income tumbuh signifikan sebesar 22,30% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp2,09 triliun dari realisasi kuartal I/2025 senilai Rp1,71 triliun. Raihan ini menjadi yang tertinggi di antara bank-bank besar Tanah Air.

“Kalau kita lihat driver utamanya memang salah satunya adalah produk emas kita,” kata Cahyo dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I/2026 secara virtual, Selasa (12/5/2026).

Dia menuturkan, meningkatnya jumlah nasabah tabungan emas yang hampir mencapai 1 juta orang sangat mendorong pertumbuhan fee based income BSI.

Selain itu, dari bisnis emas, BSI berhasil membukukan pertumbuhan pembiayaan gadai emas sebesar 58,33% YoY menjadi Rp482 miliar dan E-Mas sebesar 2.707,77% menjadi Rp222 miliar hingga akhir Maret 2026.

Dengan demikian, kontribusi bisnis emas terhadap fee based income BSI mencapai Rp705 miliar atau dengan komposisi sebesar 33,69%, menjadikannya sebagai kontributor tertinggi, disusul treasury dengan komposisi 21,67%, dan e-channel sebesar 17,46%.

Kinerja Keuangan

Hingga akhir Maret 2026, Bank Syariah Indonesia membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2,20 triliun pada kuartal I/2026. Capaian itu tumbuh 17,10% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,87 triliun.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, perolehan laba bersih bank syariah terbesar di Indonesia ini didorong oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang meningkat sebesar 15,77% YoY, dari Rp4,77 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp5,52 triliun pada kuartal I/2026.

Selain itu, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi mencapai Rp918,58 miliar, meningkat 15,58% YoY dibandingkan posisi kuartal I/2025 yang sebesar Rp794,75 miliar.

Perseroan juga membukukan kinerja positif dari sisi laba operasional. Tercatat, laba operasional emiten bank dengan kode BRIS itu mengalami pertumbuhan sebesar 16,85% YoY menjadi Rp2,90 triliun. Pada kuartal I/2025, laba operasional BSI berada di posisi Rp2,48 triliun.

Kemudian, laba tahun berjalan sebelum pajak juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,77% YoY, mencapai Rp2,83 triliun hingga akhir Maret 2026, setelah pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp2,42 triliun.

Dari sisi fungsi intermediasi, bank yang dinakhodai Anggoro Eko Cahyo ini membukukan pembiayaan bagi hasil senilai Rp151,72 triliun atau meningkat 22,83% YoY pada kuartal I/2026. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan menyalurkan pembiayaan bagi hasil sebesar Rp123,52 triliun.

Adapun dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatatkan pertumbuhan, baik pada dana simpanan wadiah maupun dana investasi non profit sharing.

Perinciannya, dana simpanan wadiah tumbuh 18,72% YoY menjadi Rp89,01 triliun dan dana investasi non profit sharing meningkat 17,77% YoY menjadi Rp287,77 triliun hingga akhir Maret 2026.

#emas-bsi #fee-based-income #bisnis-emas #tabungan-emas #gadai-emas #e-mas #kontribusi-bisnis-emas #kinerja-keuangan-bsi #laba-bersih-bsi #pendapatan-komisi-bsi #laba-operasional-bsi #pembiayaan-bagi-h

https://finansial.bisnis.com/read/20260512/90/1973304/tabungan-emas-jadi-motor-penggerak-fee-based-income-bsi-awal-2026