Nobar Film Pesta Babi di Ciputat, Panitia Terima Pesan Misterius dari Kontak Anonim
Panitia nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Ciputat, Tangerang Selatan sempat menerima pesan yang menanyakan perihal... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 16/05/26 23:39 222644
TANGSEL - Panitia nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Ciputat, Tangerang Selatan sempat menerima pesan yang menanyakan perihal kegiatan tersebut. Setelah ditelusuri melalui aplikasi terkait, pesan masuk dari kontak anonim.Koordinator Fascho Institut Ivansyah Hafif mengatakan, pesan-pesan dari kontak anonim itu diterima setelah adanya undangan nobar disebarluaskan. "Begitu kita layangkan flyer-flyer itu, kita sempat dihubungi oleh beberapa orang dan itu bersifat anonim," kata Ivansyah saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan nobar fil tersebut diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat bersama Fascho Institut. Ivansyah menyebut, hal tersebut berhenti sekadar pesan masuk. Sebab, hingga film selesai diputar tidak ada upaya pelarangan film yang diterima. "Tapi kita per hari ini itu belum ada intervensi," ujarnya.
Sementara itu, Eja salah satu penonton mengaku penasaran dengan isi film yang sedang ramai diperbincangkan ini. "Sebenarnya ingin memahami apa yang terjadi di Papua terutama kerusakan yang dilakukan oleh pemerintah kita," ujar Eja.
Eja menambahkan, dirinya mengetahui perihal adanya upaya pelarangan nobar film Pesta Babi ini di beberapa lokasi. Kendati begitu, Eja mengaku tidak khawatir dan tetap menonton hari ini.
Lihat video: Respons Puan Maharani Terkait Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan di Sejumlah Daerah
"Kalau ketakutan si nggak, tapi kita mungkin memprediksi ada kemungkinan, tapi alhamdulillah selama ini yang kami ketahui belum ada," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan arahan maupun kebijakan yang melarang pemutaran atau kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
“Tidak semua kampus melarang pemutaran film dokumenter tersebut. Di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, nobar film itu dilarang karena persoalan prosedur administratif saja. Sementara di kampus lain di Bandung dan Sukabumi, nobar film tersebut berjalan tanpa halangan apa pun,” ujar Yusril, Kamis, 14 Mei 2026.
Yusril menilai pola yang terjadi menunjukkan bahwa pembatasan kegiatan nobar di sejumlah tempat tidak dapat dikaitkan dengan instruksi pemerintah pusat maupun aparat penegak hukum secara terpusat.
“Melihat pola demikian, pembubaran nobar film Pesta Babi bukanlah arahan dari pemerintah ataupun aparat penegak hukum yang biasanya terpusat,” katanya.
(cip)
#mahasiswa #yusril-ihza-mahendra #ikatan-mahasiswa-muhammadiyah-imm #nonton-bareng #film-pesta-babi