UEA Siapkan Jalur Ekspor Minyak Baru di Tengah Blokade Selat Hormuz

UEA Siapkan Jalur Ekspor Minyak Baru di Tengah Blokade Selat Hormuz

UEA mempercepat pembangunan pipa minyak baru di Fujairah untuk menggandakan kapasitas ekspor, menghindari blokade Selat Hormuz, dan memenuhi kebutuhan energi global pada 2027.

(Bisnis.Com) 17/05/26 14:20 222889

Bisnis.com, JAKARTA – Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan pipa minyak baru yang akan menggandakan kapasitas ekspor melalui Fujairah, kota pelabuhan di wilayah timur negara tersebut, di tengah upayanya mencari jalur alternatif selain Selat Hormuz.

Putra Mahkota UEA, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed mengumumkan percepatan proyek West-East Pipeline untuk memenuhi kebutuhan energi global dalam rapat eksekutif yang digelar Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC). Kantor Media Abu Dhabi menyebut pipa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

"ADNOC berada pada posisi yang kuat sebagai produsen energi global yang andal dan memiliki fleksibilitas operasional untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan pasar ketika hambatan ekspor memungkinkan," ujar Sheikh Khaled dikutip dari Al Jazeera, Minggu (17/5/2026).

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mengguncang rantai pasok energi global.

Blokade Selat Hormuz—jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia—serta penerapan protokol maritim baru Iran dan serangan terhadap infrastruktur energi memaksa negara-negara Teluk mencari jalur perdagangan alternatif demi menjaga ekspor minyak dan gas.

Saat ini, UEA telah memiliki jaringan Abu Dhabi Crude Oil Pipeline (ADCOP), pipa sepanjang 380 kilometer yang menghubungkan ladang minyak dan gas Habshan di barat daya Abu Dhabi menuju pelabuhan Fujairah, yang belakangan juga menjadi sasaran serangan.

Pipa yang mulai beroperasi pada 2012 tersebut memiliki kapasitas sekitar 1,5 juta barel per hari (barrel per day/bpd) dan menjadi salah satu jalur energi utama di Timur Tengah.

Arab Saudi juga memiliki jalur East-West Pipeline yang dirancang untuk menyalurkan minyak dari wilayah timur kerajaan menuju pantai barat yang relatif lebih aman dari dampak perang Iran.

Pipa milik Arab Saudi itu memiliki panjang sekitar 1.200 kilometer, membentang dari pusat pengolahan minyak Abqaiq menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah. CEO Saudi Aramco Amin Nasser menyebut jalur tersebut sebagai urat nadi penting bagi negara tersebut.

Sementara itu, Oman memiliki garis pantai luas di luar Selat Hormuz, sedangkan Kuwait, Irak, Qatar, dan Bahrain masih sangat bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas perdagangan energi mereka.

Bulan lalu, UEA mengumumkan keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) guna lebih fokus pada kepentingan nasional. Pemerintah UEA menyebut langkah itu sebagai bagian dari visi strategis jangka panjang dan transformasi profil energi negara tersebut.

#berikut-adalah-daftar-short-keyword-seo-yang-relevan-dengan-artikel-tersebut-uea-ekspor-minyak #jalur-ekspor-baru #blokade-selat-hormuz #fujairah-pelabuhan #west-east-pipeline #adnoc-proyek #energi-gl

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260517/620/1974254/uea-siapkan-jalur-ekspor-minyak-baru-di-tengah-blokade-selat-hormuz