Pendapatan Chandra Daya Investasi Tumbuh 42 Persen pada Kuartal III 2025
Pendapatan Chandra Daya Investasi berasal dari energi US$ 76 juta, pelabuhan dan penyimpanan US$ 4,2 juta, dan logistik US$ 24,6 juta.
(Bisnis Tempo) 31/10/25 09:56 22505
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan pendapatan bersih US$ 104,5 juta atau Rp 1,7 triliun hingga kuartal III 2025. Jumlah ini meningkat 42 persen dari US$ 73,8 juta pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Chandra Daya Investasi Jonathan Kandinata mengatakan selama periode tersebut CDI Group memperluas basis permodalannya melalui berbagai inisiatif pendanaan terdiversifikasi, termasuk fasilitas pinjaman senilai Rp 2 triliun dari BTN, dilengkapi dengan fasilitas eksisting dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, tambahan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, serta dana hasil IPO pada Juli 2025. “Seluruh inisiatif ini secara kolektif memperkuat ketahanan finansial CDI Group dan memposisikan Grup untuk melanjutkan pertumbuhan jangka panjang di seluruh pilar bisnisnya,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 30 Oktober 2025. Pendapatan CDIA ini berasal dari energi US$ 76 juta, pelabuhan dan penyimpanan US$ 4,2 juta, serta logistik US$ 24,6 juta. Adapun, beban pokok pendapatan CDIA tercatat sebesar US$ 80,9 juta atau Rp 1,3 triliun. Beban ini meningkat 22,1 persen dari US$ 66,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, Jonathan mengatakan CDI Group juga memperkuat platform logistik maritim melalui pembangunan dua kapal pengangkut gas etilena dan penambahan kepemilikan saham di PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM). Dari aksi ini, CDIA meningkatkan skala dan efisiensi operasional. Pada saat yang sama, di portofolio energi, Chandra Daya Investasi juga melanjutkan ekspansi kapasitas tenaga surya menjadi 11 MWp pada November 2025. “Menunjukkan komitmen kami terhadap energi terbarukan dan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Jonathan. CDI Group juga menambah 20 truk baru untuk memperluas cakupan kargo di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, dan Bali.