Menlu Sebut Penangkapan WNI di Gaza Bukan Penyanderaan

Menlu Sebut Penangkapan WNI di Gaza Bukan Penyanderaan

Menlu Sugiono tegaskan penangkapan WNI oleh Israel bukan penculikan, melainkan pencegatan kapal bantuan ke Gaza. Pemerintah upayakan deportasi aman.

(Bisnis.Com) 21/05/26 08:43 227210

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan penangkapan warga negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza bukan merupakan kasus penculikan maupun penyanderaan.

Sugiono menjelaskan pemerintah terus melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pihak Israel melalui bantuan Turki, Yordania, dan Mesir untuk memastikan kondisi para WNI tetap aman.

“Kemudian diproses secepat-cepatnya untuk segera bisa kembali, untuk bisa dideportasi ke Indonesia dalam keadaan sehat dan tidak kurang satu apa pun,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Rabu (20/5/2026).

Ia menyebut proses deportasi WNI tidak memiliki persyaratan khusus, sebagaimana pernah terjadi dalam kasus serupa sebelumnya.

Menurut Sugiono, tindakan militer Israel lebih tepat disebut sebagai pencegatan atau intersepsi terhadap kapal bantuan kemanusiaan yang menuju wilayah Gaza.

“Ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan. Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan di-intercept karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apa pun masuk untuk wilayah tersebut untuk kepentingan apa pun,” jelasnya.

Terkait kemungkinan memanfaatkan Board of Peace (BoP), Sugiono mengatakan opsi tersebut masih dalam tahap komunikasi. Ia menilai para relawan yang tergabung dalam misi tersebut telah memahami risiko yang dihadapi sejak awal keberangkatan.

Sugiono juga mengapresiasi keberanian para relawan yang terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

“Saya apresiasi courage-nya, keberaniannya, dan kita berharap tujuan untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ini bisa terus terlaksana lewat berbagai jalur dan berbagai sumber,” katanya.

Diketahui, terdapat sembilan WNI yang ditangkap militer Israel dalam misi GSF 2.0. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari relawan lembaga kemanusiaan hingga jurnalis.

Berikut sembilan nama WNI tersebut:

Herman Budianto Sudarsono — relawan Dompet Dhuafa
Ronggo Wirasanu — relawan Dompet Dhuafa
Andi Angga Prasadewa — relawan Rumah Zakat
Asad Aras Muhammad — relawan Spirit of Aqsa
Hendro Prasetyo — Smart 171
Bambang Noroyono — jurnalis Republika
Thoudy Badai Rifan Billah — jurnalis Republika
Andre Prasetyo Nugroho — jurnalis Tempo
Rahendro Herubowo — kontributor iNewsTV, Beritasatu, dan CNN Indonesia

#menlu-sugiono #penangkapan-wni #bukan-penculikan #bukan-penyanderaan #misi-kemanusiaan #armada-global-sumud-flotilla #gsf-2-0 #menuju-gaza #komunikasi-israel #bantuan-turki #deportasi-wni #intersepsi

https://kabar24.bisnis.com/read/20260521/15/1975372/menlu-sebut-penangkapan-wni-di-gaza-bukan-penyanderaan