Blok Sakakemang dan Corridor Jadi Penopang Pasokan Gas RI

Blok Sakakemang dan Corridor Jadi Penopang Pasokan Gas RI

MedcoEnergi mempercepat komersialisasi gas Sakakemang dan Corridor di tengah kenaikan produksi migas nasional.

(Kompas.com) 21/05/26 14:44 227682

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten energi dan sumber daya alam PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau MedcoEnergi memperkuat pasokan gas domestik melalui komersialisasi gas dari Blok Sakakemang dan Corridor yang diproyeksikan menopang kebutuhan energi di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan gas bumi dalam ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Selasa (20/5/2026).

Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan energi nasional.

“Rangkaian kesepakatan ini mencerminkan komitmen MedcoEnergi untuk terus mendukung pemanfaatan gas bumi bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan lapangan, optimalisasi infrastruktur, dan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Ronald dalam IPA Convex ke-50 di ICE BSD City, Selasa (20/5/2026).

Untuk Blok Sakakemang, Medco E&P Sakakemang B.V. menandatangani kerangka Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Pertamina Patra Niaga.

Volume penjualan gas mencapai total 159 TBTU untuk periode 2027-2037 dengan estimasi nilai sekitar 1,296 miliar dollar AS atau sekitar Rp 21,3 triliun.

Pengembangan Lapangan Sakakemang direncanakan terkoneksi dengan Wilayah Kerja (WK) Corridor yang dioperasikan Medco E&P Grissik Ltd. Koneksi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas domestik yang sudah tersedia.

Selain itu, MedcoEnergi melalui Medco E&P Grissik Ltd. juga menandatangani Amandemen Keempat PJBG dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Amandemen tersebut mencakup perpanjangan penyaluran gas bumi dari Blok Corridor untuk kebutuhan Bahan Bakar Gas (BBG) di Sumatera Selatan, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat sesuai alokasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar 4 BBTUD hingga 2030.

Produksi Migas dan Proyek Gas Dipercepat

Di tengah penguatan pasokan gas domestik, MedcoEnergi juga mencatat peningkatan produksi migas pada awal tahun ini. Perusahaan menyebut seluruh proyek pengembangan masih berjalan sesuai jadwal di tengah volatilitas pasar energi global.

Pada kuartal I 2026, produksi migas MedcoEnergi mencapai 170 mboepd atau meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Senior Vice President Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi mengatakan, peningkatan produksi menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

“Produksi migas pada Kuartal Pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal,” ujar Iwan dalam IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, MedcoEnergi saat ini memasok sekitar 21 persen kebutuhan minyak dan gas nasional.

“Kalau kita melihat ada potential upside, pasti itu akan kita manfaatkan,” kata Iwan.

Di Sumatera Selatan, Corridor PSC kini berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70 persen. Sementara Sakakemang PSC bergerak menuju final investment decision (FID) pada kuartal III 2026 dengan target produksi perdana pada 2027.

Gas dari Sakakemang nantinya akan diintegrasikan dengan fasilitas existing di Corridor dan Gresik sehingga pengembangan proyek dapat dipercepat dengan biaya lebih efisien. Proyek tersebut ditargetkan memproduksi gas sebesar 120 MMSCFD per hari.

Oman Jadi Basis Ekspansi Internasional

Selain memperkuat bisnis di dalam negeri, MedcoEnergi juga melanjutkan ekspansi internasional yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan perusahaan.

Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro mengatakan, Oman masih menjadi wilayah strategis bagi pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.

“Dua puluh tahun mengajarkan kami satu hal - ketika Anda membangun bersama Oman, Anda membangun untuk jangka panjang,” ujar Hilmi melalui keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

“Kami hadir sebagai mitra yang siap menulis bab berikutnya. Kami berniat untuk terus berinvestasi di Kesultanan Oman dalam jangka panjang,” lanjut dia.

Sejak 2006, MedcoEnergi mengoperasikan Karim Small Fields (KSF) berdasarkan Service Agreement dengan Petroleum Development Oman (PDO). Operasi tersebut telah memproduksi lebih dari 110 juta barrel minyak dan menghasilkan tujuh penemuan lapangan baru.

Pada 2025, Block 60 mencatat rata-rata produksi bruto sebesar 67,8 mboepd dan mencapai puncak produksi 77,2 mboepd pada Oktober 2025.

Dari sisi korporasi, cadangan terbukti dan terduga (2P) MedcoEnergi meningkat menjadi 564 mmboe pada akhir 2025 dibandingkan 493 mmboe pada 2024. Perseroan juga mengembalikan dana kepada pemegang saham sebesar 110 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,81 triliun melalui dividen dan pembelian kembali saham.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan, perusahaan tetap fokus menciptakan nilai jangka panjang di tengah ekspansi bisnis dan penguatan operasional.

“Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal,” ujar Roberto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #blok-corridor #blok-sakakemang #medcoenergi #ipa-convex-2026

https://money.kompas.com/read/2026/05/21/144410026/blok-sakakemang-dan-corridor-jadi-penopang-pasokan-gas-ri