Kinerja BSI (BRIS) di Wilayah Timur: Aset & Pembiayaan Tumbuh di Atas 20%
BSI RO X Makassar catat pertumbuhan aset dan pembiayaan di atas 20% pada 2025, didorong efisiensi dana murah dan ekspansi layanan di wilayah timur Indonesia.
(Bisnis.Com) 23/05/26 05:50 229685
Bisnis.com, MAKASSAR - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) Regional Office (RO) X Makassar membukukan kinerja keuangan yang impresif hingga Desember 2025. Pertumbuhan signifikan tercatat pada seluruh lini utama, mulai dari aset, penyaluran pembiayaan, hingga pendanaan.
Seperti diketahui, operasional BSI RO X Makassar mencakup seluruh wilayah timur Indonesia mulai dari Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
RCEO BSI RO X Makassar Sukma Dwie Priardi menjabarkan bahwa total aset perusahaan di wilayah ini per Desember 2025 melesat 20,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp21,31 triliun.
Realisasi tersebut ditopang oleh kinerja pembiayaan yang tumbuh agresif sebesar 20,9% yoy menjadi Rp20,74 triliun.
Kemudian dari sisi pendanaan, bank syariah terbesar di Tanah Air ini sukses menghimpun DPK sebesar Rp14,21 triliun, atau tumbuh 18,2% yoy.
Sukma mengungkapkan bahwa capaian positif ini menjadi cerminan dari semakin inklusifnya akses keuangan syariah di kawasan timur. Ke depan, manajemen berkomitmen untuk mengambil langkah ekspansi yang lebih agresif guna memperluas jangkauan layanan di wilayah tersebut.
"Pertumbuhan bisnis yang baik ini mencerminkan peningkatan akses keuangan syariah yang inklusif di wilayah Indonesia bagian timur," ujarnya melalui konferensi pers di Makassar, Jumat (22/5/2026).
Sukma menjelaskan, salah satu motor utama di balik kompetitifnya penetrasi BSI di pasar adalah struktur biaya dana yang efisien. Perseroan mencatatkan porsi dana murah (low cost of fund) yang dominan, yakni berada di kisaran 70% lebih.
Efisiensi ini didorong oleh produk tabungan haji yang memiliki karakteristik mengendap dalam jangka panjang, serta tabungan dengan skema wadiah (titipan) yang bebas biaya administrasi sehingga menjaga keutuhan pokok dana nasabah.
Di sisi lain, BSI juga menawarkan tabungan berwujud kemitraan lewat skema mudharabah (bagi hasil) yang memberikan imbal hasil lebih kompetitif bagi nasabah dengan saldo tertentu.
"Komposisi dana murah yang mencapai 70% sekian membuat cost of fund kami menjadi sangat murah. Dampaknya, kami bisa melempar pembiayaan dengan pricing yang sangat kompetitif di pasar," ungkap Sukma.
BSI RO X Makassar pun kini mulai menggeser strategi penetrasi pasar. Jika sebelumnya bank syariah identik dengan segmen konformis (nasabah berbasis loyalitas emosional keagamaan), kini BSI mulai membidik pasar yang lebih luas.
Perseroan tengah memacu penetrasi ke segmen nasabah universalis yang lebih melihat nilai ekonomis dan kualitas layanan sebagai pertimbangan utama.
Sebagai bank milik negara, BSI mengusung narasi universalitas dalam setiap ekspansinya, terutama saat masuk ke wilayah dengan mayoritas penduduk non-muslim seperti Sulawesi Utara, hingga Papua.
"Kami BUMN, tentu tugas kami adalah membangun bisnis bank syariah yang modelnya syariah, tetapi peruntukannya adalah universal. Narasi universalitas ini yang kami bawa saat sosialisasi di Manado maupun Jayapura, bahwa kehadiran kami dibentuk oleh pemerintah untuk merangkul semua segmen masyarakat," pungkas Sukma.
#bsi-kinerja #bsi-aset #bsi-pembiayaan #bsi-pendanaan #bsi-makassar #bsi-wilayah-timur #bsi-pertumbuhan-aset #bsi-pertumbuhan-pembiayaan #bsi-pertumbuhan-pendanaan #bsi-akses-keuangan-syariah #bsi-dana