Agen Terlatih IRGC Berencana Bunuh Ivanka Trump
Seorang agen yang diduga terkait Iran bernama Mohammad Baqer Saad Dawood al-Saadi berencana membunuh Ivanka Trump sebagai pembalasan atas pembunuhan komandan Iran... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 23/05/26 16:35 230086
WASHINGTON - Seorang agen yang diduga terkait Iran bernama Mohammad Baqer Saad Dawood al-Saadi berencana membunuh Ivanka Trump sebagai pembalasan atas pembunuhan komandan Iran Qasem Soleimani oleh AS pada tahun 2020. Demikian dilaporkan New York Post pada hari Jumat."Mohammad Baqer Saad Dawood al-Saadi, seorang warga negara Irak berusia 32 tahun, diduga membuat "janji" untuk membunuh putri Presiden AS Donald Trump dan memiliki denah rumahnya di Florida," lapor surat kabar tersebut, mengutip sumber.
New York Post mengatakan al-Saadi menargetkan keluarga presiden sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad yang menewaskan Soleimani, mantan kepala Pasukan Quds Iran.
Entifadh Qanbar, mantan wakil atase militer di Kedutaan Besar Irak di Washington, dilaporkan mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa al-Saadi telah berbicara tentang membunuh Ivanka Trump setelah kematian Soleimani.
Laporan itu juga mengatakan al-Saadi memposting peta yang menunjukkan daerah kantong Florida tempat Ivanka Trump dan suaminya Jared Kushner memiliki rumah, bersama dengan ancaman dalam bahasa Arab.
Al-Saadi ditangkap di Turki pada 15 Mei dan diekstradisi ke Amerika Serikat, di mana ia dituduh terlibat dalam 18 serangan dan percobaan serangan di Eropa dan AS.
Laporan tersebut menggambarkannya sebagai terduga anggota Kata’ib Hezbollah dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dan mengatakan ia terkait dengan serangan terhadap target AS dan Yahudi, termasuk insiden di Amsterdam, London, Toronto, Belgia, dan Belanda.
Surat kabar itu juga melaporkan bahwa al-Saadi diduga menggunakan agen perjalanan keagamaan sebagai kedok untuk melakukan perjalanan internasional dan berhubungan dengan sel-sel militan.
New York Post mengatakan Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar. Pengacara al-Saadi juga tidak menanggapi surat kabar tersebut, menurut laporan itu.
Al-Saadi ditahan dalam isolasi di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn.
(ahm)