Dapat Restu Bahlil, La Ode Safiul Akbar Siap Pimpin Kosgoro 1957

Dapat Restu Bahlil, La Ode Safiul Akbar Siap Pimpin Kosgoro 1957

La Ode Safiul Akbar mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum Pimpinan Pusat PPK Kosgoro 1957 pada Minggu, 24 Mei 2026. La Ode Safiul Akbar mendeklarasikan... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 25/05/26 08:27 230944

JAKARTA - La Ode Safiul Akbar mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum Pimpinan Pusat PPK Kosgoro 1957 pada Minggu, 24 Mei 2026. Deklarasi tersebut dilakukan usai mendapatkan restu dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia untuk maju dalam pemilihan ketua umum Kosgoro 1957.

"Ketum Bahlil sudah merestui saya maju jadi Ketum Kosgoro," kata La Ode Senin (25/5/2026).

La Ode berkomitmen mengakarkan kembali Kosgoro 1957 sebagai organisasi karya sesuai tujuan sejarah dan nilai yang diwarisinya. Kosgoro 1957 adalah cara berpikir, bertindak mengisi kemerdekaan. Karena sejatinya kemerdekaan tak hanya untuk direbut tapi diisi dengan karya nyata mendaulatkan kesejahteraan bangsa, bersemangatkan pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas.

Sebagai tokoh yang juga lahir dari dunia usaha, La Ode Safiul Akbar meyakini organisasi yang besar adalah institusi yang tidak pernah tercerabut dari akarnya. Akar itulah yang memberi kekuatan sekaligus menutrisi pohon organisasi hingga berbuah kemaslahatan bagi anggota dan ekosistemnya.

La Ode Safiul Akbar, merumuskan tantangan kompetisi global, disrupsi teknologi, ketimpangan ekonomi, krisis kaderisasi, dan perubahan sosial yang sangat cepat sebagai tantangan tatakelola sumber daya baik manusia dan alamnya. Hal ini sangat relevan untuk dikelola Kosgoro 1957, yang tujuan dasarnya adalah mengelola bangsa yang baru merdeka agar mampu mengentaskan tantangan republik yang masih belia.

Lihat video: Buka Mubes Gakum Kosgoro 57, Agung Laksono Minta Hukum Tak Hanya Tajam ke Bawah Saja



Untuk itu La Ode Safiul Akbar meletakan prinsip-prinsip dasar organisasi dalam peta tantangannya; di tengah individualisme yang menguat, hidupkan etos gotong royong. Di tengah fragmentasi sosial, rumuskan tantangan dan harapan bersama hingga terjalin kesatuan.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi, berdayakan organisasi untuk melahirkan solusi. Dan di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, bangun kader-kader yang serbaguna: adaptif, berintegritas, dan kompeten,” jelas La Ode Safiul.

Visi La Ode Safiul tidak melambungkan janji tapi membumikan organisasi untuk hadir dalam kehidupan: mengakarkan kembali nilai perjuangan Kosgoro 1957 sebagai kekuatan penggerak pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan lokomotif kebangkitan karya dalam tubuh Golkar. Visi yang mendasar ini selanjutnya akan diterjemahkan dalam agenda kerja atau misi, yaitu:

Pertama, menghadirkan masa lalu sebagai fondasi. Kosgoro 1957 harus kembali menjadi sekolah karakter untuk menyemai kembali falsafah dasar berdirinya agar nilainya tak hanya dikenang dalam seremoni, tetapi hidup dalam budaya organisasi: disiplin, loyalitas pada bangsa, keberanian berinovasi, dan keberpihakan pada rakyat.

Kedua, mengelola masa kini dengan solusi nyata Kosgoro 1957 harus hadir di tengah persoalan bangsa. Organisasi harus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi modern, literasi digital ekonomi, serta penciptaan ekosistem usaha yang berpihak pada rakyat kecil.

“Organisasi ini tidak boleh hanya hidup di ruang rapat. Ia harus hidup di pasar-pasar rakyat, di sentra usaha, di desa-desa produktif, dan di ruang-ruang inovasi anak muda Indonesia,” jelas La Ode Safiul.

Ketiga, menyiapkan masa depan melalui kaderisasi unggul. Kepemimpinan hari ini tidak boleh hanya sibuk mengelola hari ini. Ia harus melahirkan pemimpin untuk esok hari. Kosgoro 1957 harus mencetak kader-kader yang memiliki tiga kualitas utama yakni, kapasitas intelektual, integritas moral, dan kompetensi profesional. Kader yang mampu memimpin organisasi, menggerakkan ekonomi, dan mengawal masa depan Golkar.

Dalam orasinya yang penuh dengan semangat La Ode Safiul Akbar menegaskan bahwa kebesaran Golkar di masa depan sangat ditentukan oleh seberapa kuat akar organisasinya. Seberapa jauh akar itu menjangkau, seberapa dalam akar itu menyentuh lapisan-lapisan kehidupan rakyat. Dan salah satu akar terpenting itu adalah Kosgoro 1957.

“Sudah saatnya Kosgoro 1957 kembali mengambil peran historisnya: Menjadi akar pergerakan Golkar, menutrisi kekuatan sosial politik Golkar dengan gagasan, kaderisasi, dan karya nyata dalam pemberdayaan ekonomi rakyat,” tandas La Ode Safiul Akbar.
(cip)

#partai-golkar #bahlil-lahadalia #pemilihan-ketua-umum #mubes-kosgoro-1957 #kosgoro-1957

https://nasional.sindonews.com/read/1710395/12/dapat-restu-bahlil-la-ode-safiul-akbar-siap-pimpin-kosgoro-1957-1779671116