Profesionalisme dan Bisnis Jadi Napas Baru Liga Indonesia
Liga Indonesia mengadopsi profesionalisme dan model bisnis baru, meningkatkan nilai ekonomi hingga Rp10,42 triliun. Kompetisi kini lebih terstruktur, dengan penggunaan teknologi VAR dan peningkatan ku
(Bisnis.Com) 01/01/70 07:00 232556
Bisnis.com, JAKARTA - Panggung tertinggi sepak bola nasional, BRI Super League, musim 2025/2026 yang baru saja usai diramaikan 18 klub. Dengan format double round-robin, dalam satu musim setidaknya kompetisi ini memainkan 306 pertandingan yang penuh gengsi dan tensi sekaligus nilai ekonomi yang tinggi.
Besarnya skala kompetisi turut tercermin dari dampak komersialnya. Laporan LPEM Universitas Indonesia pada 2020 memperkirakan nilai ekonomi Super League dalam satu musim berada di kisaran Rp2,7 triliun hingga Rp3 triliun. Angka itu bahkan melonjak lebih tinggi dalam laporan BRI Research Institute tahun 2024 yang mencatat potensi perputaran ekonomi kompetisi mencapai Rp10,42 triliun.
Direktur Bisnis PT Liga Indonesia Baru, Sadikin Aksa menilai hasil analisis BRI Research Institute pada 2024 menjadi catatan penting dalam memotret besarnya industri sepak bola di Indonesia. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa riset tersebut dilakukan sekitar tiga tahun lalu sehingga nilainya sangat mungkin telah mengalami peningkatan pada kondisi saat ini.
Kemudian, angka yang tercantum dalam riset tersebut pada dasarnya menggambarkan keseluruhan nilai ekonomi, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari kompetisi sepak bola tidak hanya dirasakan operator liga atau klub, tetapi juga mengalir ke berbagai sektor lain yang tidak terhubung secara langsung dengan penyelenggaraan liga.
Dalam membaca data tersebut, terdapat sejumlah indikator penting yang perlu diperhatikan, khususnya terkait cakupan nilai ekonomi langsung maupun tidak langsung.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa perputaran ekonomi dari industri sepak bola tidak hanya dinikmati oleh operator liga dan klub, tetapi juga memberikan dampak positif bagi berbagai sektor lain yang tidak terhubung secara langsung dengan ekosistem sepak bola Indonesia.
"Kalau dampak Rp10 triliun itu balik lagi ya, itu make sense. Namun, kalau bicara direct, mungkin kita belum sampai di situ ya. Maksudnya, dari sponsor masuk, berapa broadcast masuk. Ya mungkin, kita setengahnya ada untuk direct," katanya saat ditemui di kantor I.League, Jakarta, awal Mei 2026.
#bri-super-league #sepak-bola-indonesia #industri-sepak-bola #nilai-ekonomi-sepak-bola #kompetisi-sepak-bola-nasional #bisnis-sepak-bola #sponsor-sepak-bola #hak-siar-sepak-bola #pendapatan-klub-sepak