Linktown Bidik Penjualan Properti Rp500 Miliar dari Ekspansi Jawa Tengah

Linktown Bidik Penjualan Properti Rp500 Miliar dari Ekspansi Jawa Tengah

Linktown menargetkan penjualan properti Rp500 miliar per tahun dari ekspansi di Jawa Tengah, dengan membuka kantor cabang baru di Semarang.

(Bisnis.Com) 26/05/26 14:55 232557

Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan pemasaran properti Linktown membidik potensi penjualan properti sebesar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar per tahun dari ekspansi bisnis di Jawa Tengah, seiring dengan pembukaan kantor cabang baru di Semarang.

Co-Founder Linktown Abel Andy Kurniajaya mengatakan kawasan Joglosemar atau Yogyakarta-Solo-Semarang diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

“Semarang merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat. Kota ini ditunjang oleh infrastruktur yang lengkap mulai dari pelabuhan, bandara, hingga jaringan jalan tol yang terintegrasi di Pulau Jawa,” ujar Abel dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Kantor Semarang menjadi cabang kedelapan Linktown secara nasional sekaligus kantor pertama perusahaan di wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya, Linktown telah memiliki basis operasional di Bekasi, BSD, Kota Wisata, Surabaya, By Walk, Bandung, dan Bali.

Menurut Abel, ekspansi ke Semarang didorong tingginya permintaan pasar properti di Jawa Tengah, khususnya di Semarang, Solo, dan Yogyakarta, serta meningkatnya kerja sama eksklusif dengan sejumlah pengembang.

Sebelum membuka kantor fisik, Linktown diketahui telah menjalankan aktivitas bisnis secara online di Semarang sejak 2025. Dari lini bisnis take over pinjaman dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), perusahaan membukukan transaksi Rp28,5 miliar dari 18 transaksi.

“Kehadiran kantor cabang fisik diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tim sekaligus meningkatkan fokus perusahaan dalam penjualan properti primer maupun sekunder,” kata Abel.

Sementara itu, Co-Founder Linktown Deryan Nataniel menilai Semarang memiliki fundamental ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,49% pada 2025.

“Selain didukung pertumbuhan developer lokal, tingginya aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk turut menjadi faktor pendorong permintaan properti,” ujarnya.

Dalam strategi pemasarannya, Linktown tetap mengandalkan digital marketing sebagai ujung tombak penjualan. Strategi tersebut dinilai berhasil diterapkan di berbagai kota besar dan kini diperluas untuk menjangkau pasar Jawa Tengah secara lebih agresif.

Dari sisi sumber daya manusia, jumlah agen Linktown Semarang juga meningkat signifikan dari kurang dari lima orang pada akhir tahun lalu menjadi lebih dari 20 agen saat ini.

VP Linktown Solution Jonathan Wijaya mengatakan kantor cabang Semarang akan difungsikan sebagai hub operasional untuk akuisisi proyek developer lokal, perekrutan agen properti regional, penjualan properti primary dan secondary, hingga pengembangan database buyer di Jawa Tengah.

Secara nasional, Linktown menargetkan total penjualan Rp3,5 triliun pada 2026 setelah sebelumnya membukukan penjualan Rp3,1 triliun pada 2025. Kawasan Joglosemar diproyeksikan berkontribusi sebesar 5%—10% terhadap pendapatan nasional perusahaan dalam satu tahun ke depan.

#linktown #penjualan-properti #ekspansi-jawa-tengah #properti-semarang #properti-joglosemar #kantor-cabang-semarang #pasar-properti-jawa-tengah #permintaan-properti-semarang #digital-marketing-properti

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260526/47/1976585/linktown-bidik-penjualan-properti-rp500-miliar-dari-ekspansi-jawa-tengah