Boeing Bakal Tingkatkan Produksi 737 Max Jadi 47 Pesawat
Boeing berhasil penuhi syarat FAA, tingkatkan produksi 737 MAX jadi 47 unit/bulan. CEO Ortberg bahas target ambisius dan potensi kapasitas masa depan.
(Kompas.com) 28/05/26 16:40 234146
JAKARTA, KOMPAS.com - CEO pabrikan pesawat Boeing Kelly Ortberg mengatakan bahwa perusahaan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Federal Aviation Administration (FAA) untuk meningkatkan produksi pesawat 737 Max menjadi 47 unit per bulan.
Saat ini, Boeing memproduksi pesawat dengan laju 42 unit per bulan, kata Ortberg dalam konferensi Bernstein.
“Kami telah melewati tinjauan akhir untuk tingkat produksi 47 unit, sehingga sekarang kami sedang menjalankan lini produksi pada kapasitas 47 pesawat per bulan,” ujar Ortberg mengutip CNBC, Kamis (28/5/2026).
JournalStar.com/Elaine Thompson B737 MAX 7 yang digunakan untuk uji sertifikasi ulang.“Mungkin perlu beberapa bulan untuk stabilisasi. Perkiraan saya, kami akan terus meningkatkan produksi,” lanjutnya.
Ortberg mengatakan Boeing saat ini tengah bergerak menuju kapasitas produksi 47 unit per bulan dan target tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam beberapa bulan ke depan meski prosesnya kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama.
Dalam laporan keuangan terbaru Boeing bulan lalu, Ortberg mengatakan dirinya memperkirakan perusahaan akan meningkatkan produksi pesawat terlarisnya tersebut menjadi 47 unit per bulan pada musim panas tahun ini.
Rabu kemarin, ia menegaskan bahwa Boeing “sangat yakin” siap mencapai target tersebut.
Meski begitu, Boeing sebelumnya pernah memproduksi hingga 57 pesawat per bulan, Ortberg mengatakan perusahaan saat ini belum yakin dapat mempertahankan tingkat produksi sebesar itu sambil tetap menjaga proses keselamatan dan kualitas.
“Kami ingin suatu hari mencapai tingkat produksi 63 unit per bulan, dan kami menantikan hal itu,” kata Ortberg.
“Pasar mendukung kapasitas produksi yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Namun demikian, ia mengakui Boeing masih memiliki pekerjaan rumah untuk bisa kembali meningkatkan produksi 737 Max lebih jauh.
Saat perusahaan menargetkan kapasitas 52 unit per bulan, Ortberg mengatakan proses tersebut bisa memakan waktu setidaknya enam bulan atau bahkan lebih lama jika tingkat produksi baru mulai berlaku pada Juli atau Agustus.
“Saya pikir seluruh dunia sedang mengawasi untuk memastikan kami mampu mencapai 47 dan 52 unit per bulan,” tambahnya.
Sebagai informasi, Boeing memusatkan kegiatan produksinya di Amerika Serikat dengan dua fasilitas perakitan utama yang berlokasi di Renton dan Everett, negara bagian Washington.
Pabrik di Renton menjadi pusat produksi keluarga Boeing 737, termasuk varian 737 MAX, sementara fasilitas Everett menangani perakitan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan 787 Dreamliner.
Selain memproduksi pesawat komersial, Boeing juga mengembangkan berbagai produk di sektor pertahanan dan antariksa.
Portofolio perusahaan mencakup pesawat militer seperti jet tempur, pesawat tanker pengisi bahan bakar, hingga sistem peringatan dini udara.
Di sektor luar angkasa, Boeing turut mengembangkan roket, satelit, serta berbagai teknologi pendukung eksplorasi antariksa.
Untuk lini penerbangan komersial, Boeing memproduksi sejumlah seri andalannya seperti Boeing 737, 747, 767, 777, dan 787 Dreamliner yang digunakan maskapai di berbagai negara.
Seri 737, khususnya 737 MAX, menjadi salah satu tulang punggung bisnis perusahaan karena tingginya permintaan pasar penerbangan global terhadap pesawat berbadan sempit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#federal-aviation-administration #produksi-boeing-737-max #kelly-ortberg #tingkat-produksi-pesawat