China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda

China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda

China mulai membuka kembali ekspor urea di tengah tekanan yang melanda pasar pupuk global.

(Kompas.com) 01/06/26 19:41 236928

JAKARTA, KOMPAS.com – China mulai membuka kembali ekspor urea di tengah tekanan yang melanda pasar pupuk global.

Langkah tersebut menjadi perhatian pelaku industri pertanian dunia karena China merupakan salah satu eksportir pupuk terbesar dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pasokan urea internasional.

Dikutip dari Reuters, Senin (1/6/2026), keputusan itu muncul saat pasar pupuk global menghadapi ketidakpastian akibat terganggunya rantai pasok dan distribusi bahan baku pertanian.

SHUTTERSTOCK/SINGKHAM Ilustrasi pupuk urea.

Konflik yang memengaruhi jalur perdagangan di kawasan Timur Tengah membuat pasokan pupuk dunia tertekan dan mendorong lonjakan harga di berbagai negara.

Reuters melaporkan, pemerintah China telah menerbitkan kuota ekspor baru untuk pupuk urea.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai sinyal Beijing mulai berupaya membantu menstabilkan pasar pupuk global yang mengalami tekanan akibat gangguan pasokan internasional.

Dua produsen pupuk China menyebut telah menerima kuota ekspor tersebut. Sejumlah importir di India juga mengaku telah memperoleh pemberitahuan resmi mengenai pembukaan kembali ekspor urea dari China.

Langkah China itu menjadi penting karena negara tersebut selama beberapa waktu terakhir membatasi ekspor pupuk untuk menjaga ketersediaan pasokan domestik.

Kebijakan pembatasan dilakukan ketika harga pupuk dalam negeri meningkat dan pemerintah berupaya mengamankan kebutuhan petani lokal.

Krisis pupuk global menekan sektor pertanian

PIXABAY/HARTONO SUBAGIO Ilustrasi pertanian, petani.

Pasar pupuk dunia saat ini menghadapi tekanan besar akibat terganggunya distribusi dari kawasan Timur Tengah.

Mengutip Financial Times, konflik yang berlangsung di kawasan tersebut memicu hambatan logistik dan meningkatkan biaya pengiriman berbagai komoditas, termasuk pupuk berbasis nitrogen seperti urea.

Urea merupakan salah satu pupuk nitrogen yang paling banyak digunakan dalam produksi pangan global. Komoditas ini berperan penting dalam meningkatkan produktivitas berbagai tanaman pangan, mulai dari padi hingga jagung.

Gangguan pasokan membuat harga pupuk melonjak di banyak negara. Gejolak di pasar pupuk dipicu oleh terganggunya perdagangan melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting dunia untuk energi dan bahan baku industri.

Harga pupuk urea global telah melonjak sekitar 70 persen akibat gangguan perdagangan dan distribusi. Kenaikan tersebut meningkatkan beban biaya produksi petani di berbagai negara yang bergantung pada impor pupuk.

Dampaknya mulai dirasakan di sejumlah negara Asia.

Dalam laporan The Washington Post, petani di Thailand menghadapi lonjakan biaya pupuk dan bahan bakar yang membuat sebagian dari mereka memilih mengurangi atau bahkan menghentikan kegiatan tanam.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di negara-negara lain yang sangat bergantung pada pasokan pupuk impor.

Selain itu, Financial Times melaporkan gangguan pada rantai pasok pupuk telah meningkatkan kekhawatiran terhadap ketahanan pangan global.

Pasokan nitrogen dan berbagai nutrisi pertanian lain menjadi semakin terbatas, sementara biaya produksi pangan terus meningkat.

Posisi strategis China dalam pasar urea dunia

SHUTTERSTOCK/CRINIGER KOLIO Ilustrasi pupuk urea.

China memiliki posisi yang sangat penting dalam industri pupuk global. Negara tersebut merupakan salah satu produsen dan eksportir utama urea dunia.

Menurut Reuters, China diperkirakan memproduksi sekitar 76,5 juta ton urea pada 2026. Produksi tersebut melampaui kebutuhan domestik sehingga menciptakan surplus yang cukup besar.

Reuters juga mencatat, ekspor pupuk urea China pada 2025 mencapai sekitar 4,9 juta ton atau setara dengan sekitar 10 persen perdagangan urea global. Meski berada di bawah rata-rata historis, volume tersebut tetap menunjukkan besarnya pengaruh China terhadap pasar internasional.

Kekuatan China tidak hanya berasal dari kapasitas produksinya, tetapi juga dari struktur industrinya.

Reuters melaporkan sekitar 78 persen produksi urea China berbasis batu bara. Model produksi tersebut membuat industri pupuk China relatif lebih terlindungi dari gejolak harga gas alam yang menjadi bahan baku utama produksi pupuk di banyak negara lain.

Karena itu, ketika banyak negara menghadapi lonjakan biaya produksi pupuk, harga urea domestik di China relatif lebih stabil.

Kondisi tersebut memberi ruang bagi pemerintah China untuk mempertimbangkan kembali pembukaan ekspor tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri.

Negara pengimpor berharap pasokan kembali normal

Pembukaan ekspor dari China disambut positif oleh sejumlah negara pengimpor. India menjadi salah satu negara yang paling berkepentingan terhadap ketersediaan pasokan urea internasional.

Reuters melaporkan, lebih dari 40 persen impor urea dan pupuk terkait India pada 2025 berasal dari kawasan Timur Tengah. Ketergantungan tersebut membuat India rentan terhadap gangguan perdagangan yang terjadi di wilayah tersebut.

Dengan kembali masuknya China ke pasar ekspor, India memperoleh alternatif pasokan yang dinilai lebih stabil.

SHUTTERSTOCK/SINGKHAM Ilustrasi pemberian pupuk pada tanaman.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap jalur perdagangan yang terdampak konflik, pasokan dari China juga dianggap memiliki risiko logistik yang lebih rendah dibanding pengiriman dari kawasan Teluk.

Reuters melaporkan, pelaku industri memperkirakan hingga 1,5 juta ton urea dapat dilepas ke pasar internasional setelah pemerintah China mengeluarkan kuota ekspor baru.

Namun, angka tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pemerintah.

Sebelumnya, beberapa negara telah berupaya mencari sumber pasokan alternatif akibat pembatasan ekspor yang dilakukan China.

Economic Times melaporkan India memperkuat kerja sama dengan Maroko dan Arab Saudi untuk menjaga ketersediaan pupuk setelah menghadapi pembatasan ekspor dari China.

Di Australia, tekanan pasokan pupuk juga memicu pencarian sumber baru. The Australian melaporkan sejumlah perusahaan pupuk Australia bahkan mengirim perwakilan ke China untuk mencari kejelasan mengenai kontrak pasokan yang tertunda.

Kerentanan rantai pasok pupuk dunia

Perkembangan terbaru di pasar urea kembali menunjukkan betapa pentingnya stabilitas rantai pasok pupuk global terhadap sektor pangan dunia.

Kajian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah arXiv menyebut sistem pangan global sangat bergantung pada jaringan perdagangan internasional yang saling terhubung, mulai dari gas alam, pupuk mineral, hingga komoditas pangan.

Gangguan pada salah satu bagian rantai pasok dapat memicu efek berantai terhadap produksi pangan di berbagai negara.

Penelitian lain mengenai perdagangan pupuk internasional menunjukkan bahwa jaringan perdagangan pupuk memang memiliki tingkat stabilitas tertentu, tetapi tetap rentan terhadap guncangan ekstrem.

SHUTTERSTOCK/CRINIGER OLIO Ilustrasi pupuk NPK.

Ketika negara-negara produsen utama melakukan pembatasan ekspor atau terjadi gangguan geopolitik, dampaknya dapat langsung dirasakan oleh negara pengimpor.

Kondisi tersebut terlihat dalam perkembangan pasar pupuk beberapa bulan terakhir.

Gangguan distribusi dari Timur Tengah, pembatasan ekspor oleh sejumlah negara, serta meningkatnya biaya logistik telah menciptakan tekanan berlapis terhadap pasokan pupuk dunia.

Karena itu, keputusan China untuk kembali membuka ekspor urea dinilai menjadi salah satu perkembangan penting bagi pasar global.

Langkah tersebut berpotensi menambah pasokan internasional di tengah tingginya kebutuhan berbagai negara terhadap pupuk nitrogen.

Meski demikian, Reuters mencatat pemerintah China tetap berhati-hati dalam mengelola ekspor pupuk.

Beijing masih berupaya memastikan kebutuhan domestik terpenuhi dan harga di dalam negeri tetap stabil sebelum meningkatkan volume pengiriman ke pasar internasional.

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan terhadap rantai pasok global, arah kebijakan ekspor pupuk China akan terus menjadi perhatian pelaku industri pertanian dunia.

Sebab, setiap perubahan kebijakan dari salah satu produsen terbesar dunia itu berpotensi memengaruhi harga, ketersediaan pasokan, hingga prospek produksi pangan di berbagai negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#china #ekspor-pupuk #pupuk-urea #harga-pupuk #pupuk

https://money.kompas.com/read/2026/06/01/194138226/china-buka-keran-ekspor-urea-krisis-pupuk-global-berpotensi-mereda